Berita Bantul Hari Ini
Kondisi Hewan Kurban di Bantul Layak Untuk Disembelih dan Dikonsumsi
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul melakukan pemeriksaan atau pantauan secara acak terhadap kondisi hewan kurban di sejumlah
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul melakukan pemeriksaan atau pantauan secara acak terhadap kondisi hewan kurban di sejumlah titik.
Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan, pemeriksaan itu sebenarnya sudah dilakukan secara rutin.
Bahkan, pada awal Mei 2024 lalu, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi hewan kurban, baik itu yang ada di tempat-tempat ternak hewan, beberapa pedagang hewan individu, maupun di pasar-pasar hewan
Baca juga: Pemda DIY Pantau Hewan Ternak Jelang Iduladha 1445 H, Sebut Sapi di Bantul Dipastikan Aman dan Sehat
"Pemeriksaan dan pemantauan itu dilakukan untuk mengantisipasi sebaran penyakit pada hewan kurban, lalu memberikan rasa aman kepada shohibul kurban," katanya kepada awak media saat melakukan pantauan hewan kurban di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Rabu (29/5/2024).
Menurutnya, mendekati Iduladha 2024, penjualan hewan kurban di Kabupaten Bantul terus bertambah. Maka, dari itu, pihaknya kini kembali menggencarkan pemeriksaan atau pantauan penjualan hewan kurban.
"Melalui pantauan ini, kami ingin tahu kondisi semua hewan-hewan itu, agar ketika hewan kurban itu disembelih dan dikonsumsi oleh masyarakat tidak terkena sebaran penyakit," ucap dia.
Joko berujar, hasil pemeriksaan dari sejumlah hewan kurban yang dilakukan secara acak itu tidak ditemukan penyakit. Artinya, semua hewan itu sehat dan layak untuk dipergunakan atau disembelih dan dikonsumsi sebagai hewan kurban Iduladha.
"Dari hampir 300 titik tempat hewan kurban, kami belum menemukan penyakit atau ternak yang tidak layak jadi hewan kurban," paparnya.
Sementara itu, seorang pedagang sapi di Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Ahmad Suwardi, mengaku, selalu mengutamakan kesehatan hewan ternak kurban.
"Setiap hari, kandang sapi kami bersihkan. Kami juga berikan vitamin dan kombor untuk sapi-sapi yang dijual. Lalu, sapi itu punya surat sehat dan rutin dicek oleh petugas Puskeswan. Kebetulan saya juga punya dokter hewan pribadi," tutur dia.
Mulai Ramai
Suwardi mengatakan bahwa penjualan hewan kurban sapi pada saat ini mulai ramai. Sejauh ini, pihaknya mencatat telah ada 63 sapi yang telah dipesan oleh pembeli.
"Tapi, sekarang itu barangnya susah didapatkan, karena sempat ada penyakit mulut dan kuku (PMK), antraks, dan penyakit zoonosis. Dan, biasanya kan saya ngambil stok sapi itu dari Gunungkidul," jelasnya.
Senada, seorang penjual hewan kurban lainnya di Kalurahan Tirtonirmolo, Ahmad Suraya atau yang kerap disapa Yoyok, menyebut, ada 45 sapi yang telah laku terjual.
"Dan sekarang masih ada 26 sapi yang belum laku. Tapi, biasanya itu kalau sudah mendekati Iduladha mulai ramai pembelinya," ucap dia.
Dikatakannya, sapi yang di jual di tempatnya berasal dari Madura dan Gunungkidul. Namun, yang paling laris berasal dari Madura, karena harga jualnya lebih murah.
"Kalau harga sapi dari Madura itu Rp19 juta. Nah, kalau harga sapi dari Gunungkidul itu ada Rp24 juta sampai Rp25 juta," tutup dia. (nei)
| Dinkop UKM DIY dan Iwapi Bantul Gelar Pameran Produk Disabilitas di Stadion Sultan Agung |
|
|---|
| Sejumlah Titik di Bantul Longsor Terdampak Hujan Deras |
|
|---|
| 13 Orang Meninggal Karena Laka Air hingga Pekan Kedua Desember 2024, Ini Pesan Polres Bantul |
|
|---|
| Festival Inspirasi Pendidikan Kabupaten Bantul 2024, Jadi Sarana Peringati PGRI dan HKN |
|
|---|
| Natal dan Tahun Baru, Stok Kebutuhan LPG 3 Kg di Bantul Disebut Aman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemeriksaan-kondisi-hewan-kurban-2952024.jpg)