Berita Gunungkidul Hari Ini

Pemkab Gunungkidul Intensifkan Pemantauan Hewan Ternak Menjelang Iduladha

Pemantauan sebagai salah satu upaya mencegah kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit hewan.

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Nanda Sagita
Penampakan suasana penjualan sapi di Pasar Siono, Jumat (24/5/2024) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul mengintensifkan pemantauan hewan ternak di wilayahnya menjelang pelaksanaan perayaan kurban atau Iduladha mendatang.

Pemantauan salah satunya dilakukan di pasar hewan Siono Harjo, Playen, Kabupaten Gunungkidul.

Kepala UPT Puskeswan Playen Aris Hidayat mengatakan, pemantauan sebagai salah satu upaya mencegah kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit hewan.

"Apalagi menjelang perayaan Kurban lalu lintas ternak khususnya di Pasar Hewan Siono Harjo meningkat sejak akhir bulan lalu. Puncaknya diperkirakan dua Minggu sebelum hari H nanti,"ungkapnya, pada Jumat (24/5/2024).

Dia menuturkan, penyakit  yang diantisipasi di antaranya penyakit menular seperti LSD atau dikenal lato-lato, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan juga antraks.

"Meskipun, penyakit itu tidak mematikan tetapi penularan cepat. Dari pihak Puskeswan Playen juga menyiapkan dokter dan tim medis untuk melakukan pemeriksaan. Sedangkan untuk antraks tidak dapat vaksin, sebab di sini tidak ada kasus,"ungkapnya.

Dia menyebutkan, selain pemantauan di pasar, pihaknya juga memberikan vaksin LSD dan PMK, langsung ke peternaknya.

Sementara itu, pedagang sapi Supiyo (50)  mengatakan, harga sapi menjelang perayaan Kurban sudah mengalami peningkatan.

Dijelaskannya, kenaikan harga sekitar Rp 2 juta hingga Rp3 juta untuk sapi siap potong. 

"Sekarang harganya yang berukuran sedang sekitar Rp15 juta hingga Rp 17 juta per ekornya,"papar dia.

Hal serupa pun dirasakan Pomo (40) pedagang lainnya. Dia mengaku kenaikan sudah dirasakan sejak 10 hari terakhir. Dirinya pun bersyukur karena momen ini ditunggu petani dan peternak. 

"Harganya naik kan petani senang, karena itu tabungan. Semoga tidak ada penyakit aneh-aneh lagi sehingga harga stabil," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved