Berita Sleman Hari Ini
Isu Pungli Muncul di Lapas Cebongan, Satu Pejabat Dicopot
Dugaan pungutan liar di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas IIB Sleman atau dikenal Lapas Cebongan mengemuka.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dugaan pungutan liar di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas IIB Sleman atau dikenal Lapas Cebongan mengemuka.
Pungli tersebut diduga dilakukan oleh seorang oknum pejabat struktural.
Yang bersangkutan, dengan kewenangan jabatan yang dimiliki diduga bekerjasama dengan narapidana di dalam lapas melakukan "jual-beli" kemudahan layanan terhadap warga binaan.
Akibatnya, oknum pejabat tersebut kini telah dicopot dan sedang menunggu penjatuhan hukuman disiplin.
Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY, Agung Aribawa saat dikonfirmasi, membenarkan terkait kejadian tersebut.
Menurut dia, memang benar di bulan November 2023 lalu, ada seorang oknum pejabat struktural berinisial M di dalam Lapas Cebongan yang diduga melanggar disiplin terkait pelayanan terhadap warga binaan.
Modusnya adalah melakukan pungutan terhadap layanan yang seharusnya diberikan secara gratis kepada warga binaan.
Narapidana yang ingin mendapatkan akses layanan dasar lebih bagus dikenakan tarif.
Nominal tarifnya bervariasi, Aribawa enggan membeberkan secara detail. Sebab, tim gabungan masih proses pemeriksaan.
Tapi yang jelas, pungutan diluar ketentuan tersebut melanggar tata tertib yang ada di dalam Lapas.
"Ini pelanggaran yang harus dibasmi, sesuai komitmen kita memberikan layanan secara gratis," kata dia, Selasa (21/5/2024).
Saat ini, pasca kejadian itu, Lapas Cebongan telah melakukan banyak perubahan.
Oknum pegawai yang diduga melakukan pungli di dalam Lapas Cebongan telah ditindak.
Menurut Aribawa, tim gabungan dari Kantor Wilayah Kemenkumham DIY, bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Inspektorat Jenderal Kemenkumham telah turun melakukan pemeriksaan secara langsung.
Pemeriksaan berjalan sejak Januari hingga Maret 2024.
Hasilnya, oknum M telah dinonaktifkan sebagai pejabat di Lapas Cebongan .
Yang bersangkutan dialih tugaskan di Kantor Wilayah, menunggu penjatuhan hukuman disiplin.
Bukan hanya oknum pejabat tersebut, langkah pemberantasan pungli di Lapas Cebongan juga dilakukan dengan memeriksa sejumlah narapidana yang diduga ikut bekerjasama.
Sejumlah narapidana diduga ikut terlibat dalam memuluskan perbuatan pungli terduga pelaku.
Narapidana yang diduga terlibat ada 8 orang.
Mereka langsung dipindah.
Lapas Cebongan , dengan kepemimpinan yang baru, juga melakukan pembenahan terhadap layanan dasar yang dibutuhkan warga binaan.
Misalnya, memperbaiki MCK, kebutuhan air di masing-masing blok tahanan maupun layanan pemenuhan makanan dan kunjungan.
Semua telah diubah.
Tribunjogja.com mencoba mengunjungi Lapas Cebongan untuk melihat langsung dari dekat suasana di dalam lapas.
Kondisi di dalam Lapas kelas IIB ini memang sudah berbenah.
Di bagian depan blok tahanan kini tersedia gazebo dan ruang untuk menerima kunjungan.
Keluarga narapidana yang berkunjung diberikan tempat yang representatif dan luas.
"Situasi di Lapas Sleman sudah berubah total. Ini upaya kami melakukan pembenahan, komitmen dari Kementerian Hukum dan HAM memberikan pelayanan kepada warga binaan permasyarakatan tanpa ada pungutan," kata dia.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sleman , Kelik Sulistyanto mengungkapkan, dugaan pungli yang muncul di Lapas Cebongan bermula dari aduan dan laporan keluarga warga binaan maupun laporan langsung dari sejumlah warga binaan di dalam Lapas.
Kasusnya muncul pada November 2023 lalu.
Berikutnya berdasarkan temuan dan hasil pengumpulan bukti-bukti di lapangan memang benar ada dugaan ke arah pungli yang dilakukan oknum pegawai tersebut.
Terhadap yang bersangkutan sudah dilakukan pemeriksaan dan sejak Januari lalu, sudah ditarik ke Kantor Wilayah.
"Modusnya pungli terhadap layanan di dalam Lapas," ujar dia.( Tribunjogja.com )
| Hujan Deras Picu Banjir di Trihanggo, 5 Rumah Warga Terdampak Akibat Gorong-gorong Mampet |
|
|---|
| Puting Beliung Melanda Condongcatur Sleman, Sejumlah Rumah Warga Rusak |
|
|---|
| Keterangan Polisi soal Kecelakaan Beruntun di Sleman Hari Ini, Kerugian Ditaksir Rp 155 Juta |
|
|---|
| CERITA Fajarwati yang Kelak Tidak Akan Tidur di Bekas Kandang Sapi Lagi |
|
|---|
| Sambut Natal, 20 Gereja di Sleman Jadi Prioritas Pengamanan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)