Berita Otomotif Terkini
BSA M20, Motor Perang yang Tahan Banting
BSA M20 adalah salah satu motor klasik legendaris yang diproduksi oleh Birmingham Small Arms Company (BSA) di Inggris.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Motor klasik bukan hanya alat transportasi, tetapi juga sebuah karya seni yang mengandung sejarah, nostalgia, dan keindahan mekanis.
Setiap motor klasik memiliki karakter unik yang membutuhkan pendekatan dan perhatian khusus, termasuk BSA M20.
BSA M20 adalah salah satu motor klasik legendaris yang diproduksi oleh Birmingham Small Arms Company (BSA) di Inggris.
Motor ini terkenal karena kehandalannya dan peran pentingnya selama Perang Dunia II.
Desainnya yang tangguh dan sederhana membuatnya ideal untuk berbagai kondisi medan perang.
Hal itu pula yang mendasari Ruci (28) pemuda asal Kasihan Bantul memboyong BSA M20 keluaran 1948 ke garasinya. Untuk spesifikasinya, sideklep dengan kapasitas 500cc, satu piston, menggunakan transmisi manual dengan empat percepatan. Mesin ini dirancang untuk menghasilkan torsi yang kuat pada putaran rendah, sehingga sangat andal di medan berat.
Karena peruntukannya di medan perang, BSA M20 menggunakan rangka baja yang kuat dan tahan lama, dirancang untuk menahan beban berat dan kondisi medan yang keras.
Suspensi depan menggunakan teleskopik, motor ini menggunakan sistem hardtail tanpa suspensi di bagian belakang yang merupakan desain umum pada motor era tersebut. Kenyaman duduk lewat suspensi di bagian jok.
Sementara di sisi keamanan, M20 menggunakan rem tromol digunakan di bagian depan dan belakang, memberikan daya henti yang cukup untuk motor pada era itu.
Selain karena sejarah dan wujud motor tersebut, Ruci memang tertarik dengan BSA M20 sejak kecil.
“Waktu kecil pernah lihat dan suka dengan bentuk dan suara mesin yang khas. Akhirnya kepingin suatu saat nanti beli motor ini. Apalagi ini motor buatan Inggris yang pernah digunakan untuk perang dunia II, desain dan mesinnya tahan banting,” katanya.
Hingga pada Maret 2023, ia tak sengaja menemukan info di media sosial, ada yang menjual unit motor tersebut. Motor tersebut berada di Jakarta. Lantaran tak punya kerabat di Jakarta untuk memastikan keberadaan motor tersebut, segala cara pun dilakukan, termasuk bekerjasama dengan pegawai dari jasa pengiriman.
“Akhirnya saya siasati kerjasama dengan pegawai dari kargonya, untuk mengecek lokasi alamat dan motornya. Karena kondisi mesin mati, maka ini juga pertaruhan ketika saya bawa ke Jogja,” katanya.
Sesampainya di Jogja, motor tersebut penuh karat dan debu layaknya motor tua yang hanya disimpan tanpa dihidupkan. Beruntung kondisi mesin terbilang sehat, hanya dengan membeli aki, oli dan bensin, Ruci berhasil menghidupkan kembali motor klasik tersebut.
Selebihnya, tak perlu restorasi yang rumit, perbaikan dan penggantian dilakukan cuma di sebatas laher ban, termasuk rantai. Hal yang wajar, karena ini motor tua. Selain itu stang yang semula rendah, ia ganti dengan stang custom gaya british agar lebih nyaman.
Sukses dengan Zusu dan Desultan, Smoot Siap Luncurkan Dua Motor Listrik Baru di 2025 |
![]() |
---|
Lukis Tangan di Motor Custom Sebagai Karya Seni Berjalan |
![]() |
---|
Harley Davidson Dyna Wide Glide untuk Family Man yang Ingin Tetap Tampil Gahar |
![]() |
---|
Motor Liyut dengan Rangka Tengah yang Bisa Belok Karya Wbike Kustom Garage |
![]() |
---|
Puluhan Sepeda Motor Modifikasi Bertanding Ketat di Final Honda Modif Contest 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.