Berita Jogja Hari Ini

Jalani Proses Revitalisasi, Benteng Vredeburg Bakal Disulap Jadi Museum Modern

Melalui revitalisasi , bangunan sarat sejarah tersebut bakal disulap menjadi sebuah museum modern yang siap memanjakan pengunjungnya.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Azka Ramadhan
Suasana Museum Benteng Vredeburg yang saat ini masih dalam tahap revitalisasi, Kamis (16/5/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM - Museum Benteng Vredeburg , Kota Yogyakarta , tengah menjalani proses revitalusasi sejak kisaran bulan Maret 2024 silam.

Melalui revitalisasi , bangunan sarat sejarah tersebut bakal disulap menjadi sebuah museum modern yang siap memanjakan pengunjungnya.

Plt Ketua Indonesian Heritage Agency (IHA), Ahmad Mahendra, mengatakan, Benteng Vredeburg menjadi museum di bawah pengelolaan pemerintah dengan tingkat kunjungan tertinggi.

Benar saja, ia menyebut, setiap tahunnya, benteng yang mulai dibangun pada kisaran 1760 silam itu, dikunjungi sekitar 600an ribu wisatawan.

"Kami ingin ikut mengangkat potensi terbesar di sini, bagaimana lokasi Malioboro tak pernah mati 24 jam. Tingkat kunjungan untuk museum pemerintah juga paling tinggi dibanding lainnya," ungkapnya, Kamis (16/5/2024).

Fenomena itu pula yang melatarbelakangi pihaknya untuk meluncurkan IHA di Museum Benteng Vredeburg pada Kamis (16/5/24) malam.

Badan di bawah Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi tersebut, nantinya bakal mengampu museum dan bangunan cagar budaya di seluruh Indonesia.

"Vredeburg ini sangat komplet. Tentu, kami bangga dapat melaunching IHA di sini. Ketika nanti (revitalisasi) selesai, pasti kunjungannya bakal semakin banyak," terangnya.

Ia memaparkan, Benteng Vredeburg bakal dijadikan salah satu museum modern yang menyajikan ruang publik nan memadahi untuk masyarakat.

Menurut Mahendra, IHA juga berkolaborasi dengan Museum Sonobudoyo, yang lokasinya berdekatan, untuk membuat deretan terobosan.

"Kami mengusung tagar 'Reimajinasi Warisan Budaya', untuk merealisasikan museum jadi space experience, bagaimana museum bersinar dan bisa menjadi ruang publik menarik," tandasnya.

"Sehingga, akses publik tentu dibuka luas. Harapan kami, ini menjadi titik balik untuk memaksimalkan angka kunjungan museum," urai Mahendra.

Sementara, Penanggungjawab Unit Museum Benteng Vredeburg, M. Rosyid Ridlo, mengatakan, selepas revitalisasi, beberepa suguhan anyar siap disajikannya.

Ya, hiburan layaknya water fountain dancing, sound lighting, hingga video mapping, bisa menjadi pilihan bagi para wisatawan di Kota Yogyakarta .

"Nanti Museum Benteng Vredeburg juga memiliki banyak program publik, yang mengakomodasi community hub," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved