Lapak Pedagang di Candi Borobudur Magelang Mulai Dibongkar, Pedagang Libur Jualan 5 Hari

Beberapa warga terlihat masih sibuk membersihkan dan mengumpulkan puing-puing bangunan yang tersisa seperti kayu, seng dan terpal.

Tribun Jogja/ Yuwantoro Winduajie
Lapak pedagang yang biasa berjualan di dalam kawasan Candi Borobudur mulai dibongkar sejak Senin (13/5/2024) lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Lapak pedagang yang biasa berjualan di dalam kawasan Candi Borobudur mulai dibongkar sejak Senin (13/5/2024) lalu.

Pantauan Tribun Jogja di lokasi pada Selasa (14/5/2024) pagi, mayoritas lapak pedagang tampak sudah rata dengan tanah.

Beberapa warga terlihat masih sibuk membersihkan dan mengumpulkan puing-puing bangunan yang tersisa seperti kayu, seng dan terpal.

Seorang  pedagang baju batik, Sujadi (70), mengungkapkan lokasi berjualan pedagang untuk sementara waktu akan dipindah ke bekas kandang gajah atau sebelah barat Museum Karmawibangga.

Selama pembongkaran, pedagang terpaksa libur berjualan selama lima hari tepatnya sejak Senin 13 Mei 2024.

Baca juga: Ribuan Umat Buddha Diprediksi Kunjungi Candi Borobudur Saat Waisak, PT TWC Siapkan Kantong Parkir

Kemudian pada 17 Mei 2024 mendatang, pedagang bisa berjualan di lokasi baru di lapak yang sudah disiapkan pengelola.

"Nanti setelah itu nanti mau dipindahkan ke tempat sementara itu mulai 17 Mei katanya. Hari Jumat," ujar Sujadi ketika ditemui di lokasi pasa Selasa (14/6/2024).

Sujadi mengatakan, seluruh pedagang tak ada yang keberatan dengan kebijakan pemindahan tersebut.

Terlebih sosialisasi telah gencar dilakukan sebelumnya.

"Sudah biasa, nggak ada protes apapun. (Sosialisasi) dengan pengurus (paguyuban), sudah lama. Tiap berapa pekan itu ada pertemuan kok," ucapnya.

Setelah tiga bulan berjualan di lokasi sementara, pedagang akan kembali direlokasi ke Kampung Seni Kujon yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Kira-kira selesai dalam 3 hingga 4 bulan ke depan.

Adapun jumlah pedagang yang terdampak relokasi menurut pedagang setempat mencapai sekitar 3.000 orang.

"Sekitar 3-4 bulan di lokasi baru setelah itu ke Kujon. Kalau sudah jadi tempatnya," ujar pedagang batik lainnya, Saman (68).

Baca juga: PT TWC Terus Tingkatkan Pariwisata Inklusif Agar Bisa Dinikmati Banyak Kalangan

Spokesman TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Ryan Eka Permana Sakti, mengungkapkan pembongkaran itu merupakan bagian dari upaya menata Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas di Indonesia.

"Sebagaimana kita ketahui mawasan Candi Borobudur telah menjadi Proyek Strategis Nasional yang dicanangkan pemerintah. Sehingga, guna mengakselerasi pertumbuhan ekosistem pariwisata Borobudur dan ekonomi di sekitarnya, seluruh pihak sepakat untuk meningkatkan kualitas layanan dan juga fasilitas pendukung secara bergotong royong," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved