Sorgum Pengganti Beras Mulai Dikembangkan di Umbulmartani Sleman 

Lahan seluas ribuan meter persegi disiapkan untuk demplot penanaman benih Sorgum di Umbulmartani Sleman

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Upacara adat iringi prosesi penanaman benih sorgum di Padukuhan Kali Soro, Kalurahan Umbulmartani, Ngemplak Kabupaten Sleman, Kamis (2/5/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tanaman Sorgum sebagai bahan pangan lokal pengganti beras mulai dikembangkan di sejumlah wilayah di Bumi Sembada.

Setelah sebelumnya ditanam di wilayah Cangkringan, kali ini komoditi agroindustri tersebut juga mulai dikembangkan di Padukuhan Kali Soro, Kalurahan Umbulmartani, Ngemplak.

Lahan seluas ribuan meter persegi disiapkan untuk demplot penanaman benih Sorgum. 

"Yang kita tanam seluas 5.000 meter untuk penanaman benih. Kita benihnya 10 kilogram dengan kualitas benih nomor satu, label putih. Itu akan menghasilkan minimal 500 kilogram," kata Ketua Sorgum Sejahtera Foundation (SSF), Boy Rifa'i, ditemui seusai penanaman benih sorgum di Kali Soro, Umbulmartani, Kamis (2/5/2024). 

Penanaman benih sorgum di Umbulmartani ini kerjasama antara SSF dengan Kelompok Tani Sorgum Kali Soro, pupuk super 88, Farmer Speed, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan sejumlah instansi terkait.

Menurut Boy, Sorgum dengan kualitas label putih bisa dimanfaatkan  sebagai bibit dengan tiga turunan.

Turunan kedua dari 500 kilogram diperkirakan mampu menghasilkan hingga 5 ton. 

Benih tersebut nantinya akan ditanam di sejumlah lahan marjinal bersama petani maupun bekerjasama dengan TNI.

Boy mengungkapkan, Sorgum yang ditanam adalah sorgum organik.

Hasil dan harga jual tanaman pangan lokal ini dinilai sangat menjanjikan jjka dibanding padi.

Untuk lahan seribu meter persegi tanaman padi menghasilkan 5-6 kwintal dengan harga jual gabah Rp3 juta . 

Sedangkan sorgum dengan waktu penanaman yang hampir sama, bisa panen tiga kali.

Harga jualnya jika melihat di aplikasi market place bisa mencapai Rp20 ribu per 250 gram yang berarti mencapai Rp80 ribu per kilogram.

Harga tersebut bukan merupakan sorgum organik. Karena kualitas organik akan jauh lebih sulit dicari. 

"Kita ingin mensejahterakan petani dengan menanam Sorgum organik, karena ini bukan pakan burung," kata dia. 

Sorgum Sejahtera Foundation yang telah memiliki kemitraan dengan sejumlah instansi saat ini juga telah memiliki demplot sorgum di lahan Sultan Ground di wilayah Parangtritis, Bantul.

Sorgum juga telah ditanam di lereng Merapi. Penanam sorgum ini dipasarkan dengan kemasan Sorgum Organik Merapi. 

"Saya akan terus mengajak Petani yang menanam padi, bukan organik, agar di galengan sawahnya menanam Sorgum. Mudah-mudahan kami nanti bisa menjual sorgum organik dengan harga Rp20 ribu per kilogramnya," ujar dia. 

Upacara Adat 

Penanaman benih sorgum di Kali Soro Umbulmartani Ngemplak dilaksanakan dengan cara unik.

Sebab, proses penanaman diiringi dengan upacara adat. Sebelum prosesi tanam, diawali dengan doa pinyuwunan.

Setelah itu, uborampe wiwid digotong menuju lahan penanaman didampingi kirab bregada. 

"Setiap kali melakukan penanaman, kami iringi dengan upacara adat. Ini agar ada sinergi antara budaya dan pertanian," kata Boy. 

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Heri Sulistio Hermawan mengapresiasi penanaman perdana benih Sorgum di Kali Soro, Umbulmartani, Sleman.

Menurut dia, penanaman ini sangat baik karena dapat mengoptimalkan lahan- lahan marjinal untuk ditanami sorgum.

Terlebih, bahan pangan alternatif pengganti beras ini memiliki sejumlah kelebihan. 

"Secara prinsip makanan pokok masyarakat kita adalah nasi. Tapi sorgum bisa menjadi alternatif solusi bahwa sebetulnya Sorgum punya nutisi yang bagus dan bisa dimanfaatkan oleh teman-teman kita yang sudah harus mengurangi konsumsi beras. Keunggulan lain, Sorgum bisa ditanam di lahan marjinal. Lahan yang kurang optimalkan bisa digunakan untuk menanam," ujar dia.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved