Joko Pinurbo Meninggal
OBITUARI Joko Pinurbo: Enam Dekade Memotret Persoalan Indonesia
Hampir dua tahun lalu, di tahun 2022, sastrawan Joko Pinurbo begitu senang dirinya bisa memasuki usia enam dekade. Kesenangannya itu ia tuangkan menja
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Memotret Persoalan Indonesia
Jokpin memotret persoalan Indonesia. Mulai dari pinjaman online (pinjol), pandemi Covid-19 juga problematika uang yang tak kunjung usai di masyarakat.
Selama enam dekade lebih itu juga dia bisa menyampaikan kegelisahan, ironi, canda dan tawa dalam karya-karyanya sejak 1999-2022.
“Mungkin gaya mas Jokpin berbeda dengan (W.S) Rendra, berbeda dengan Wiji Thukul, tapi mas Jokpin memotret persoalan di Indonesia dengan gayanya sendiri,” kata novelis Okky Madasari.
Okky menyempatkan hadir ke PUKJ, memberikan penghormatan terakhir bagi Joko Pinurbo dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan, Sabtu (27/4/2024).
Jokpin meninggalkan satu istri, Nurnaeni Amperawati Firmina dan dua anak, Paskasius Wahyu Wibisono, Maria Azalea Anggraeni, serta menantu Alexander Gilang Samudra Rajasa dan dua cucu.
“Saya kira, mas Jokpin berhasil memotret apa yang terjadi generasi kekinian, generasi Z, menangkap kegelisahan zaman dan mengutarakan dinamika masyarakat,” katanya lagi.
Okky memandang Joko Pinurbo sebagai penyair besar bangsa Indonesia. Karyanya harus dibaca karena memberikan inspirasi bagi pembaca dan penulis baru.
“Mas Jokpin memberikan kekuatan. Karyanya bisa menjadi teman kita dalam segala situasi. Diam-diam ada semangat untuk melanjutkan hidup, melakukan perlawanan. Saya pribadi, mas Jokpin adalah guru, inspirasi dan sahabat,” tutur Okky lagi.
Pernyataan Jokpin adalah guru bukanlah tanpa sebab. Di medio 2011-2012, Okky sempat berkorespondensi dengan Joko Pinurbo untuk menulis puisi.
Tak jarang, Okky mengucapkan rasa syukur bisa mengenal Joko Pinurbo.
“Mas Jokpin yang mengajari saya menulis puisi. Kami cukup banyak bicara tentang sastra, budaya dan kehidupan di Indonesia,” tukasnya.
Di akun X-nya, Okky Madasari menuliskan penggalan puisi Joko Pinurbo berjudul ‘Doa Malam’ dengan sedikit sentuhan penyesuaian.
Tuhan yang merdu, terimalah ibadah puisi Joko Pinurbo dalam rumahmu - Jogja, 27 April 2024. (Ard)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.