Korea Utara Kembangkan Peluncur Roket Dengan Teknologi Terbaru

Media pemerintah Korea Utara KCNA merilis berita soal pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang menyaksikan ujicoba penembakan beberapa peluncur roket.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
AFP PHOTO/KCNA VIA KNS
Gambar ini diambil pada 18 Maret 2024 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 19 Maret 2024 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) menghadiri latihan penembakan salvo roket super besar Unit Artileri Wilayah Barat, di lokasi yang belum dikonfirmasi di Korea Utara. 

TRIBUNJOGJA.COM, PYONGYANG - Korea Utara semakin aktif untuk meningkatkan kemampuan militernya.

Pembaruan-pembaruan sistem pertahanan pun terus dilakukan.

Salah satunya pengembangan teknologi peluncur roket.

Media pemerintah Korea Utara KCNA pada Jumat (26/4/2024) kemarin merilis berita soal pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang menyaksikan ujicoba penembakan beberapa peluncur roket.

Dalam pemberitaanya, KCNA menyebut, ujicoba penembakan dengan beberapa peluncur ini merupakan respon atas tuduhan terhadap Korea Utara yang memasok senjata ke Rusia.

Korea Utara sendiri memang terus memperkuat hubungan militer dengan Kremlin.

Pyongyang bulan ini berterima kasih kepada Moskwa atas veto Dewan Keamanan PBB yang menghalangi pembaruan panel ahli PBB yang memantau sanksi senjata internasional terhadap pemerintahan Kim Jong Un.

Para analis mengatakan Korea Utara yang mempunyai senjata nuklir dimungkinkan sedang menguji dan meningkatkan produksi artileri dan rudal jelajah sebelum mengirimnya ke Rusia untuk digunakan di Ukraina.

"Fitur penerbangan, indeks serangan dan konsentrasi dari peluncur roket ganda bercangkang 240 mm, yang dibuat di unit industri pertahanan baru Pyongyang, dievaluasi dengan sangat memuaskan selama pengujian," menurut pejabat Korean Central pada kantor berita KCNA.

Baca juga: Menteri Perdagangan Internasional Korea Utara Kunjungi Iran

Kim menyatakan bahwa pihaknya perlu melaksanakan rencana produksi amunisi tahun ini dengan cara yang kualitatif.

"Peluncur roket dengan teknologi baru akan membawa perubahan strategis dalam memperkuat kekuatan artileri Korea Utara," kata Kim, menurut KCNA.

Awal pekan ini, Pyongyang mengatakan Kim telah mengawasi latihan pemicu nuklir yang pertama di negaranya, yang melibatkan simulasi serangan balik nuklir sebagai peringatan kepada musuh.

Yang Moo-jin, Rektor Universitas Studi Korea Utara di Seoul, mengatakan berdasarkan pengumuman pada hari Jumat, Korea Utara tampaknya telah mencapai beberapa kemajuan dalam mengintegrasikan teknologi panduan untuk serangan presisi yang menargetkan wilayah ibu kota Korea Selatan.

"Seluruh negara ini seperti pameran industri pertahanan rudal," katanya kepada AFP.

 Tahun lalu, Korea Utara melakukan sejumlah uji coba rudal yang melanggar sanksi PBB sejak tahun 2006 dan meskipun ada peringatan dari Washington serta Seoul.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved