Berita Jogja Hari Ini
Lebaran Telah Berlalu, Harga Bawang Merah di DI Yogyakarta Stabil Tinggi
Meski Lebaran telah berlalu, harga bawang merah di pasar tradisional di DIY masih stabil tinggi, direntang harga Rp 30-50 ribu per kilogramnya.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski Lebaran telah berlalu, harga bawang merah di pasar tradisional di DIY masih stabil tinggi, direntang harga Rp 30-50 ribu per kilogramnya.
Seorang pedagang di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Endang Mujiwati mengatakan, tingginya harga jual bawang merah bahkan sudah terjadi sebelum Lebaran.
Menurut Endang, hal tersebut disebabkan terganggunya produksi di sejumlah wilayah sentra bawang merah di DIY dan Demak Jawa Tengah karena banjir melanda.
Baca juga: Sebanyak 289 Pedagang Pasar Terban Kota Yogyakarta Mulai Berjualan di Selter Sementara
Hal tersebut berdampak pada harga pasokan dari Demak dan sekitarnya menjadi tinggi.
Pedagang akhirnya mengambil pasokan dari luar Pulau Jawa.
Akan tetapi, kualitas bawang merah tak sebagus kualitas lokal.
Padahal menurut Endang, normalnya harga bawang merah berada direntang Rp 20-25 ribu per kilogramnya.
Adapun kenaikan harga bawang merah itu beragam tergantung dari ukuran bawang merah.
"Bawang merah harga eceran sekarang Rp 30 ribu per kilogram kecil, sedang Rp 40 ribu dan agak besar Rp 50 ribu. Naiknya berangsur, sebelum lebaran sudah naik dan tinggi," katanya Selasa (23/4).
Tak hanya pada komoditas bawang merah, kenaikan harga juga terjadi pada bawang putih yang kini menyentuh harga Rp 45 ribu per kilogram harga eceran.
Harga grosir Rp 43 ribu per kilogram. Ini dari harga bawang putih semula Rp 40 ribu per kilogram.
"Lantaran panennya untuk daerah sini berkurang karena banjir, itu dampaknya. Yang Demak itu juga terdampak banjir," ujarnya.
Ditambahkannya, dalam sehari stok bawang merah mencapai 3 kuintal dan bawang putih 1-1,5 kuintal. Namun saat ini pasokan berasal dari luar Jawa yang kualitasnya kecil-kecil, ukurannya bawang tak sebesar sebelum musim hujan.
Praktis, hal tersebut berdampak pada tidak stabilnya omzet yang diterima.
"Omset biasa saja, barang saya ambil dari distributor langsung. Harapannya ya semoga cepat stabil harganya," tambahnya.
| El Nino Godzilla 2026: BMKG Prediksi Suhu Musim Kemarau Panjang di Yogyakarta |
|
|---|
| Tanggapan Warga Soal Wacana Pembatasan Kendaraan Bermotor di Jeron Beteng Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| Hadapi Puncak Musim Penghujan, BPBD Kota Yogyakarta Pantau Sungai 24 Jam |
|
|---|
| Tepati Janji! Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Copot Seluruh Baliho Bermuatan Wajahnya |
|
|---|
| Mengapa Jembatan Pandansimo Berubah Nama Jadi Jembatan Kabanaran? Ini Sejarahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)