Berita Pendidikan Hari Ini

Ramayda Akmal Beri Tips Menulis Novel

Penulis harus mengetahui isu apa yang akan diangkat, bagaimana alurnya, hingga memilih gaya tulisan agar pesan dapat tersampaikan baik ke pembaca.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Ramayda Akmal Beri Tips Menulis Novel 

Inspirasi tersebut dapat diambil dari unsur kecil apapun di kehidupan, seperti peristiwa historis, peristiwa besar, diari, tragedi, mitos, dan lain-lain.

“Ide cerita itu bisa berasal dari mana saja. Bisa dari orang terdekat. Seperti  paman saya yang memiliki kepercayaan kejawen dan berbau perdukunan, itu menarik. Kita ambil sebagian karakternya, lalu dikembangkan dalam bentuk kerangka cerita. Bisa juga dengan mengambil satu hal kecil sederhana, tapi dalam pengembangan alurnya ternyata itu membawa sejarah besar,” terangnya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah memahami ruang strategis dalam menulis, yakni keseimbangan atau kesesuaian antara keinginan pembaca dan idealisme penulis.

Pembaca mungkin sangat tertarik dan bisa mengikuti alur yang dibawa penulis, tapi di sisi lain penulis juga perlu mengetahui harapan pembaca ketika membaca karyanya.

Akmal juga membagikan beberapa tips dan trik untuk menyajikan cerita yang dapat memuaskan pembaca.

Menurutnya, penggunaan diksi yang kurang populer dapat memberikan suasana tersendiri pada novel .

Ia mengakui salah satu kebiasaannya saat menulis adalah membuka kamus.

Memilih padanan kata yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat juga mengajak pembaca untuk ikut belajar.

Selain itu, usahakan untuk menulis bukan secara deskriptif, tapi menggambarkan suasana dalam cerita dengan emosi dan ekspresi.

“Menulis seperti puzzle, setiap bagian berhubungan dengan bagian lain. Tapi setiap bagian adalah cerita sendiri. Itu yang saya maksud bahwa novel itu memungkinkan kita memasukkan banyak cerita, dan menghubungkan sedemikian rupa. Novel itu semesta yang besar, antara rumah, pohon, dan pagar berhubungan, tapi pagar sendiri dilihat juga sudah cantik,” ucap Akmal. 

Namun yang perlu ditekankan, imbuhnya, karya sastra bukan hanya bentuk ekspresi diri dari penulis, namun juga bentuk refleksi dan tanggung jawab penulis atas karyanya sendiri.  ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved