Workshop Frame Lukisan: Wujudkan Lukisan Istimewa

adalah Yakobus Mego Suryo  (60) yang kini karyanya banyak dipakai membingkai lukisan-lukisan para maestro seni lukis Indonesia

|
ist
Yakobus Mego Suryo. Seniman yang memilih menjadi pengrajin pigura untuk lukisan-lukisan para kolektor. 

TRIBUNJOGJA.COM - Tak banyak seniman yang melirik usaha frame atau bingkai lukisan sebagai peluang bisnis. Segelintir orang seni yang menekuni pembuatan seni frame lukisan itu adalah Yakobus Mego Suryo  (60) yang kini karyanya banyak dipakai membingkai lukisan-lukisan para maestro seni lukis Indonesia.

“Spesialisasi saya lebih ke lukisan-lukisan khusus yang dikoleksi para kolektor lukis,” ujar Yakobus, seniman yang berbisnis frame lukisan itu saat ditemui di kantor kerjanya kawasan Soboman Jl. Sonosewu Baru, Bantul.

Pemilik usaha ‘Yakob Pigura’ ini bakal berbagi ilmu dalam menangkap peluang bisnis yang selama ini ditekuninya. Ia siap hadir sebagai pembicara pada workshop Pameran Seni Rupa Tabon dan Pasar Jembar di Jogja Nasional Museum (JNM) Yogyakarta, 22 April – 5 Mei 2024 nanti.

Yakob, sapaanya, menyebut justru para pengusaha yang banyak menangkap peluang usaha frame ini ketimbang pelaku seni. Bagi mereka (pebisnis), terpenting berproduksi banyak dalam tempo singkat, sehingga cepat menghasilkan duit.

Yakob yag gemar bermusik bersama Yakob Varame Band ini selanjutnya menunjuk contoh, seperti dilakukan pengusaha fast food atau makanan siap saji oleh pabrik besar. Rasa makanan yanģ diolah pun hanya standar karena bumbunya sudah ditentukan komposisinya.

Demikian pula apa yang dihasilkan pengusaha frame pabrikan. Sifatnya umum, warna dan bentuk framenya diakui bagus secara umum. Sehingga konsumen tinggal memilih tipe mana yang sekiranya cocok untuk dibeli.

“Tapi mereka  tidak menekuni art-nya secara menyeluruh,” ujar alumni Jurusan Seni Lukis di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) atau kini dikenal sebagai SMK Negeri 3 Kasihan Bantul, Yogyakarta itu.

Dari Cita-cita Pelukis Menjadi Pakar Frame Lukisan

Yakob semasa sekolah sempat mencicipi pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia menunjukkan, di seni rupa ada platform khusus, penampilan dan materialnya pun secara khusus.

“Di ISI ‘kan semua jurusan lukis diajari melukis, berekspresi secara benar, meski tidak diajarkan cara menjual lukisan, itu ilmunya lain lagi,” sebutnya.

Keinginan paling mulia mahasiswa jurusan lukis di ISI, kelak bisa menjadi pelukis.

Namun demikian tidak semua mampu mencapai di kelas paling ideal yang diangankan tersebut. Seperti dialami dirinya sendiri. Ia tak beruntung jadi pelukis.

“Saya tidak berhasil jadi pelukis. Cita-cita mulia itu tidak tercapai,” kenangnya sedih saat itu.

Meski demikian, kini Yakob mampu memupus rasa kecewanya karena akhirnya mampu menangkap peluang bisnis frame, sebagai bagian dari seni lukis yang pernik-perniknya bisa ditekuni secara lebih khusus.

Tidak sekadar membuat frame foto atau poster yang harganya relatif murah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved