Grebeg Syawal 2024, Gunungan Tidak Lagi ‘Dirayah’, tapi Dibagikan ke Rakyat, Ini Alasannya

Keraton Yogyakarta telah membagikan enam gunungan dalam proses Grebeg Syawal 2024, Kamis (11/4/2024).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/Ardhike Indah
Salah satu gunungan yang dibawa ke Masjid Gedhe Kauman dalam proses Grebeg Syawal 2024 sebelum diberikan kepada masyarakat, Kamis (11/4/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keraton Yogyakarta telah membagikan enam gunungan dalam proses Grebeg Syawal 2024, Kamis (11/4/2024).

Proses Grebeg Syawal dimulai di Keraton Yogyakarta, sejak pukul 09:00 WIB.

Meski cuaca di jantung Kota Yogyakarta itu agak mendung, tapi masyarakat tetap menunggu gunungan dibawa ke Masjid Gedhe Kauman.

Tahun ini, Keraton Yogyakarta menyediakan lima jenis gunungan dengan total enam gunungan, yakni dua Gunungan Kakung, satu Gunungan Estri, satu Gunungan Gepak, satu Gunungan Darat dan satu Gunungan Pawuhan.

Selain Pura Pakualaman, Masjid Gedhe Kauman dan Kepatihan, ubarampe gunungan itu juga akan dibawa ke Ndalem Mangkubumen.

“Ndalem Mangkubumen dulunya merupakan tempat tinggal KGPH Mangkubumi, adik Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Pun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI, ndalem ini sebelumnya juga merupakan tempat tinggal Sri Sultan Hamengku Buwono VII sewaktu masih menjadi putra mahkota dengan nama Pangeran Hangabehi,” jelas Penghageng Kawedanan Reksa Suyasa KRT Kusumanegara, Jumat (5/4/2024) di Keraton Yogyakarta.

Tim Pengkaji Kitab, KRT Zhuban Hadiningrat mengungkap, pemberian ubarampe gunungan Grebeg Syawal ke Ndalem Mangkubumen dilakukan berdasarkan hak dari Ngarsa Dalem, Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

"Kalau ke Mangkubumen memang waktu dulu juga begitu, setahu saya itu memang hak dari Ngarsa Dalem. Kepatihan dikasih, Mangkubumen dikasih dan Pakulaman juga dikasih. Memang strukturalnya begitu," jelasnya.

Baca juga: Pelaku Wisata di Kulon Progo Diminta Terapkan Tarif Wajar Selama Libur Idulfitri

Gunungan Tak Lagi Dirayah

Di tahun-tahun sebelumnya, gunungan yang ada di Masjid Gedhe Kauman akan dirayah atau diperebutkan oleh masyarakat yang ada.

Namun, di tahun ini, gunungan itu dibagikan kepada rakyat atau pengunjung yang sudah menunggu prosesi Grebeg Syawal tersebut.

Kahartakan Keraton Yogyakarta, KMT Sarihartakadipura, selaku abdi dalem urusan pengulon menjelaskan, metode itu dikembalikan seperti semula di era Sultan HB VIII.

“Berdasarkan dawuh Dalem, itu (gunungan) dibagikan dan yang membagikan adalah teman-teman dari urusan pengulon, dibantu dengan keamanan pengulan,” ujarnya ditemui usai Grebeg Syawal, Kamis (11/4/2024).

Ia menjelaskan, gunungan itu, setelah didoakan, segera dibagikan ke masyarakat.

"Ini bertujuan agar kegiatan berjalan dengan baik dan pengunjung kebagian semua. Pas rebutan kemarin, ada banyak yang hilang uang, dompet, emas. Alhamdulillah semua kebagian karena kita dibantu dari TNI Polri dan keamanan," katanya.

Masyarakat Senang

Salah satu pengunjung yang sudah menunggu kedatangan gunungan di Masjid Gedhe Kauman, Hartini (57) mengatakan dirinya senang bisa mendapat beberapa bagian kecil dari gunungan.

Ia mempercayai, gunungan itu berkah bagi siapapun yang menerima karena sudah didoakan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved