Kecelakaan Maut Tol Cikampek
KISAH Pak Heri Sopir Bus Primajasa, Ternyata Tidak Ditahan dan Bisa Lebaran dengan Keluarga
Pak Heri pun telah pulang dan tidak ditahan. Kasi Humas Polres Karawang Ipda Kusmayadi mengatakan, sejak awal tidak ada penahanan terhadap Heri.
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
TRIBUNJOGJA.COM - Warganet di media sosial ramai dengan kisah PakHeri, sopir bus Primajasa yang meminta tolong seseorang untuk mengisikan data internet ke nomor ponselnya usai kecelakaan maut di Tol Cikampek, Senin (8/4/2024) lalu.
Ternyata, seseorang itu adalah jurnalis CNN Indonesia, Mahardhika Utama. Dia pun membagikan kisahnya diminta tolong oleh saksi kunci kecelakaan yang menewaskan 12 orang tersebut.
“Dari balik jendela ambulance, sopir yang sudah agak sepuh itu memanggil saya sambil memberikan secarik kertas berisi nomor telepon. “Tolong Bapa isiin data ke nomor ini sekarang,” ujarnya lirih dengan muka memelas. Ternyata, itu adalah nomor ponsel Pak Heri,” tulis Mahardhika di akun Instagramnya.
Ia kemudian melanjutkan cerita dan perasaannya membantu Pak Heri.
“Di tengah hiruk pikuk breaking news saya berusaha bantu Pak Heri sebisanya. Gak lama kemudian, Pak Heri keluar dari ambulance sambil buru-buru menghubungi seseorang di ujung telepon. "De, hampura Bapa ditahan di Polres Karawang. Kasih tau Mamah," dengan suara bergetar,” papar Mahardhika lagi.
Tak dipungkiri, sebagai wartawan yang hendak melakukan live report, Mahardhika sempat gemetar dan tidak karuan mengingat dua hari lagi Hari Raya Idulfitri 2024 akan tiba.
Kisah Mahardhika yang menceritakan sekelumit cerita Pak Heri itu pun viral di media sosial.
Warganet berharap Pak Heri bisa lanjut Lebaran dengan keluarga mengingat bus Primajasa itu tidak melakukan kesalahan.
Kabar terbaru, Pak Heri kini sudah pulang lantaran statusnya hanya saksi.
Mengutip Kompas.com, polisi mengatakan Pak Heri merupakan salah satu saksi yang dimintai keterangan terkait kecelakaan di tol Jakarta-Cikampek.
Pak Heri pun telah pulang dan tidak ditahan. Kasi Humas Polres Karawang Ipda Kusmayadi mengatakan, sejak awal tidak ada penahanan terhadap Heri.
"Bukan dipulangkan tapi memang sudah pulang tepatnya. Karena tidak dilakukan penahanan kemarin juga, melainkan hanya dimintai keterangan sebagai saksi," kata Kusmayadi melalui pesan singkat, Selasa (9/4/2024).
Pak Heri merupakan salah satu yang selamat dari kecelakaan maut di jalan tol Jakarta - Cikampek kilometer 58, Desa Duren, Kecamatan Klari, Karawang, Jawa Barat, Senin (8/4/2024) pagi.
Baca juga: Kesaksian Warga Saat Terjadi Kecelakaan di Tol Cikampek KM 58, Gemuruh Lalu Disusul Ledakan
Dua orang yang berada di sebelah kirinya, mengalami luka - luka begitu bagian depan bus dihantam grand max. Mereka adalah penumpang dan kondektur bus yang kini dirawat di Rumah Sakit Rosela, Karawang Barat.
Hari ini, Selasa (9/4/2024), polisi menyebut proses identifikasi terhadap 12 korban tewas kecelakaan maut KM 58 Tol Jakarta-Cikampek sudah dilaksanakan.
Update Identifikasi 11 Jenazah Korban Kecelakaan Maut di Tol Japek |
![]() |
---|
FAKTA Kecelakaan Maut Gran Max di Tol Japek Km 58 Renggut 12 Orang: 2 Kali Ledakan dan Jejak Rem |
![]() |
---|
Kesaksian Warga Saat Terjadi Kecelakaan di Tol Cikampek KM 58, Gemuruh Lalu Disusul Ledakan |
![]() |
---|
Misteri Pemilik Mobil Gran Max yang Terbakar Seusai Tabrakan Maut di Tol Jakarta-Cikampek |
![]() |
---|
Identifikasi Identitas Korban Tabrakan Maut di Tol Jakarta-Cikampek |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.