Berita Jogja Hari Ini

Ngobrol Bareng Pemain Bima Perkasa Jogja, Upaya Dekatkan Basket ke Masyarakat

Deretan pemain bersama tim pelatih dan jajaran manajemen Bima Perkasa Jogja (BPJ) mengikuti agenda temu fans, Minggu (7/4/2024) sore.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Azka Ramadhan
Pemain, tim pelatih dan jajaran manajemen BPJ berfoto bersama fans, selepas kegiatan 'Ngobrol Bareng' di Le Travail Coffee, Demangan, Kota Yogya, Minggu (7/4/2024) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Deretan pemain bersama tim pelatih dan jajaran manajemen Bima Perkasa Jogja (BPJ) mengikuti agenda temu fans, Minggu (7/4/2024) sore.

Dalam kegiatan bertajuk 'Ngobrol Bareng' di Le Travail Coffee, Demangan, Kota Yogya tersebut, pilar-pilar andalan BPJ pun tampak santai dan bersenda gurau sembari bertanya jawab dengan para penggemar.

Pelatih BPJ, Predrag Lukic, bersama legiun asing seperti Garrius Holloman, Brandis Ross, hingga Jonathan Komagum, tampak tak sungkan membagi pengalaman saat membangun karier di Eropa dan Amerika. 

Selepas ngobrol bareng, pemain BPJ menyempatkan diri membagikan kaos sekaligus membubuhkan tanda tangannya untuk para Kanca Bima yang datang, sebelum menutup event dengan buka puasa bersama.

Baca juga: Iran Pastikan Kedutaan Besar Israel Tak Aman, Seusai Jenderalnya Dibunuh

"Pertemuan hangat seperti ini membuat kami termotivasi untuk terus memberikan segalanya untuk fans, terutama Kanca Bima. Dari pertemuan ini kita juga bisa belajar sesuatu yang tidak kalah penting," ujar pemain BPJ, Ali Mustofa.

Mikael Radithe Badra Kumala, Wakil Presiden Klub, menyampaikan, ajang jumpa fans ini menjadi suntikan moril tersendiri bagi para pemain di tengah persaingan sengit Indonesian Basketball League (IBL).

Kedepannya, ia pun berharap, kehadiran BPJ bisa semakin diterima, sekaligus mendapatkan dukungan penuh dari warga masyarakat di Yogyakarta.

"Selama ini basket belum terlalu dekat dengan masyarakat, masih sering dianggap sebagai olahraga elit. Maka, kami ingin mengabarkan, bahwa ada klib Yogyakarta yang eksis di liga nasional," katanya.

"Walaupun kami mengakui, dari segi prestasi BPJ belum maksimal, (performa) masih naik turun. Tetapi, bagaimanapun, kami ingin lebih dekat dengan fans maupun masyarakat Yogya," urai Mikael.

Ia tidak memungkiri, tahun pertama IBL digulirkan dengan format home and away menjadi satu tantangan tersendiri bagi jajaran manajemen Bima Perkasa Jogja.

Bukan tanpa alasan, antusiasme publik terhadap olahraga basket belum mampu menyerupai hegemoni sepakbola Yogya, yang selama ini dikenal begitu fanatik.

"Tentunya, kami juga ingin fanatisme masyarakat Yogya bisa melekat ke BPJ. Lagipula, laga-laga home kami mainnya di Yogya," ungkapnya.

Sementara itu, Franchise Manager Le Travail, Meer Zijden Yasandra, menyambut baik kolaborasi dengan Bima Perkasa Jogja untuk semakin mempopulerkan olahraga basket di Yogyakarta.

Menurutnya, basket bukan hanya dekat dengan kultur hip hop saja, dimana kopi dan coffee shop pun turut melingkar, untuk menghasilkan sebuah kultur mengasyikkan di tengah anak muda.

"Le Travail dikenal sebagai tempat nongkrong anak muda, dari kolektif atau komunitas musik, sampai atlet-atlet olahraga. Sehingga, kami tidak ragu berkolaborasi dengan BPJ," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved