Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Terjang Tanah Datar dan Agam, 8 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
Hujan lebat yang mengguyur puncak Gunung Marapi memicu terjadinya bencana banjir lahar dingin di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, AGAM - Hujan lebat yang mengguyur puncak Gunung Marapi di Sumatera Barat pada Jumat (5/4/2024) kemarin memicu terjadinya bencana banjir lahar dingin di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam.
Terjangan banjir lahar dingin menyebabkan delapan warga harus dilarikan ke rumah sakit.
Selain itu, banjir lahar dingin juga merusak sawah, pekarangan warga hingga memutus jalur utama Bukittinggi-Padang.
Banjir lahar dingin yang menerjang Kabupaten Tanah Datar dan Agam ini sebelumnya sudah terjadi pada Desember yang lalu.
Kejadian serupa kembali terjadi pada Jumat kemarin lantaran curah hujan yang cukup tinggi di puncak Gunung Marapi.
Wilayah yang terdampak banjir lahar dingin ini di antaranya Nagari Aie Angek di Kabupaten Tanah Datar serta Nagari Bukik Batabuah, Nagari Canduang, dan Nagari Sungai Puar di Kabupaten Agam.
Banjir lahar dingin ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
Salah seorang warga Bukik Batabuah, Sutan Makmur (68) mengatakan aliran air dari banjir lahar ingin sangat deras disertai dengan suara gemuruh.
"Kami mendengar dan melihat aliran air yang membesar sebanyak dua kali, pertama sekitar jam 15.00 WIB dan satu jam setelahnya, aliran kedua berbunyi gemuruh," kata seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Sementara itu wali nagari atau kepala desa setempat, Firdaus menyebut ada beberapa warga yang sempat terseret banjir lahar dingin Gunung Marapi.
Baca juga: Daftar Wilayah yang Diprediksi Diguyur Hujan Lebat Hari Ini, Salah Satunya Jawa Barat
Beruntung, korban dapat diselamatkan dan saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit.
Firdaus berkata, warga awalnya mendengar bunyi gemuruh dan suara seperti dentuman saat berada di Jorong Batang Silasiah—salah satu permukiman di daerah tertinggi di Bukik Batabuah.
“Mungkin ada batu yang jatuh. Warga lalu melihat dan mengirim foto lokasi kepada saya,“ ujarnya.
Berdasarkan informasi itu, Firdaus berkata langsung meminta warga di pinggiran sungai untuk meninggalkan rumah mereka.
Sekitar 10 menit usai mengirim pesan peringatan itu, Firdaus menyebut banjir bandang menerjang kampung-kampung yang lebih rendah.
Saat dihubungi, Firdaus menyebut ketinggian air di kampung yang berjarak 400 meter dari sungai telah setinggi lutut.
Sebuah jembatan tertutup kayu dan bebatuan sehingga menghambat akses transportasi.
Banjir lahar dingin Gunung Marapi ini mengakibatkan ruas jalan lintas Bukittinggi-Padang putus total.
Putusnya akses jalan karena besarnya aliran air berwarna hitam pekat dari Gunung Marapi itu terpantau terjadi di daerah Air Angek, Kabupaten Tanah Datar dan Bukit Batabuah, Canduang dan Sungai Puar di Kabupaten Agam.
Kepala BPBD Kabupaten Tanah Datar, Ermon Revlin, berkata bahwa banjir lahar dingin merendam jalan nasional yang menghubungkan Bukittinggi dan Padang Panjang.
Kawasan itu sempat tidak dapat dilalui, sebelum otoritas menerjunkan personel dan alat berat untuk membersihkan jalan.
Ermon berkata, sistem buka tutup sekarang diberlakukan kepolisian di jalan tersebut.
Dampaknya, antrean panjang kendaraan mengular.
Banjir bandang pada Jumat (05/04) sore, kata Ermon, menerjang persawahan di sejumlah kampung.
Hingga saat ini, dia tidak mendapat laporan tentang korban jiwa.
“Dulu kami sudah memberikan peringatan kepada masyarakat, begitu juga saat ini,“ ujarnya. Kepala Basarnas Sumbar, Abdul Malik, menyebut telah mengerahkan dua tim beranggotakan 12 orang ke daerah yang terdampak.
Mereka membawa tiga kendaraan besar, perahu karet, serta drone untuk mengevakuasi warga.
“Kami memetakan apa yang bisa kami lakukan untuk warga,” ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Banjir-Lahar-Dingin-Gunung-Marapi-Terjang-Tanah-Datar-dan-Agam-8-Warga-Dilarikan-ke-Rumah-Sakit.jpg)