Mudik Lebaran 2024

Polres Klaten Gelar Simulasi Operasional Tol Jogja-Solo yang Akan Dibuka Fungsional

Jalur Tol Jogja-Solo tersebut akan dibuka secara fungsional saat masa arus mudik dan balik Lebaran 2024. 

|
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Dewi Rukmini
Kapolres Klaten, AKBP Warsono, dan rombongan jajaran Polres Klaten saat melakukan simulasi penggunaan jalur Tol Jogja-Solo di Klaten yang bakal dibuka secara fungsional selama arus mudik dan balik Lebaran 2024, Rabu (3/4/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jajaran Polres Klaten melakukan simulasi operasional jalur Tol Jogja-Solo yang berada di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu (3/4/2024). 

Pantauan Tribunjogja.com di lapangan, simulasi penggunaan jalur Tol Jogja-Solo dimulai dari exit tol Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, menuju exit tol Banyudono di Kabupaten Boyolali.

Kemudian, dari exit tol Banyudono kembali ke Kabupaten Klaten melewati exit tol Ngawen dan lanjut ke exit tol Karangnongko. 

Adapun jalur Tol Jogja-Solo tersebut akan dibuka secara fungsional saat masa arus mudik dan balik Lebaran 2024. 

Kapolres Klaten, AKBP Warsono, mengatakan pembukaan tol fungsional akan dimulai pada 5 April 2024 hingga 15 April 2024, dengan jam operasional mulai pukul 06.00 - 17.00 WIB. 

"Hari ini kami lakukan simulasi sesuai tahapan instalasi. Ada empat tahapan instalasi atau cara bertindak ketika situasi normal, ramai, padat, dan emergency (darurat)," ungkap AKBP Warsono kepada Tribunjogja.com, Rabu (3/4/2024). 

Pihaknya menjelaskan, upaya penanganan dilakukan berdasarkan perhitungan traffic accounting arus kendaraan yang masuk ke tol fungsional selama arus mudik dan balik Lebaran 2024.

Dikatakannya, Polres Klaten juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian Boyolali dan Karanganyer apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas di jalur tol fungsional.

Mengingat rol fungsional berada di bawah tanggung jawab tiga wilayah Kabupaten, yakni Klaten, Boyolali, dan Karanganyar.

"Yang masuk wilayah Klaten itu dari kilometer 6 sampai 23. Nanti kalau ada peningkatan arus kendaraan dan masuk kategori situasi ramai atau padat, maka kami akan menerapkan cara bertindak. Lalu kalau situasi emergency atau puncak penumpukan mencapai 1000 kendaraan selama 3 jam, maka tol fungsional akan kami tutup dan dialihkan ke jalur arteri," jelasnya. 

Lebih lanjut, AKBP Warsono mengimbau para pemudik yang akan melewati jalur tol fungsional untuk selalu hati-hati dan waspada.

Diharapkan masyarakat tidak terlalu bereuforia mengingat sarana dan prasarana Tol Jogja-Solo belum selesai sepenuhnya. 

"Ingat untuk menjaga kecepatan laju saat melewati tol fungsional, yakni 40 km per jam," tandasnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved