Mudik Lebaran 2024

Sejumlah Skema Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan Dishub DIY Selama Masa Arus Mudik Lebaran 2024

Dishub DIY memperkirakan, pemudik yang akan masuk ke wilayahnya mencapai 11,7 juta orang, menggunakan berbagai moda transportasi.  

|
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Kendaraan pemudik melintas turun dari Gunungkidul menuju Yogyakarta, Selasa (25/04/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas selama masa arus mudik-balik Lebaran 2024.

Termasuk juga di sejumlah jalur wisata yang diprediksi bakal dilalui wisatawan selama masa Libur Lebaran tahun ini.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 5-7 April 2024, sedangkan puncak arus balik pada 14-15 April 2024.

Dishub DIY sendiri memperkirakan, pemudik yang akan masuk ke wilayahnya mencapai 11,7 juta orang, menggunakan berbagai moda transportasi.  

Lonjakan jumlah pemudik ini satu diantaranya dipengaruhi beroperasinya tol Jogja-Solo secara fungsional pada mudik lebaran tahun ini.

Kasi Dalops Lalin Dishub DIY, Lazuardi, mengatakan bahwa beberapa rekayasa lalu lintas sudah disiapkan saat periode libur Lebaran 2024.

Dishub juga telah memetakan jalur utama dan alternatif pemudik yang masuk ke DIY.

"Masing-masing wilayah kabupaten-kota juga melaksanakan rekayasa lalu lintas yang sifatnya lokal. Sementara untuk atensi kewilayahan DIY itu di wilayah Patuk dan Mangunan. Karena prediksi dari pariwisata juga ada peningkatan yang signifikan di wilayah tersebut," kata Lazuardi.

Dipaparkannya, jalur masuk DIY terdapat 4 jalur utama dan 7 jalur alternatif.

"Rinciannya, jalur utama sisi utara yakni Tempel-Jalan Magelang, sisi timur yakni Prambanan-jalan Jogja Solo, sisi selatan Patuk-jalan Jogja Wonosari, serta sisi barat Wates-jalan Jogja Purworejo," jelasnya.

Sementara untuk jalur alternatif ada Rute Manisrenggo-Ngemplak, Rute Prambanan-Ratu Boko/Breksi/Candi ljo, Rute Ngluwar/Samudera Raksa-Dekso-Kenteng-Godean, serta Rute Congot-jalan Daendels-Srandakan.

Selain itu juga terdapat rute pariwisata seperti Rute Prambanan-Breksi-Parangtritis, Rute Prambanan Pathuk Mangunan-Parangtritis, Rute Pantai Baru-Pantai Parangtritis, dan Rute Pantai Baron-Pantai Pulang Sawal (JJLS).

"Atensi khusus juga diberikan Dishub DIY untuk jalur Turunan Bukit Bego yang meliputi Imogiri, Tanjakan Bokong Semar Patuk, Tanjakan Goa Kiskendo, serta Tanjakan Cinomati Pleret," jelasnya.

Lebih lanjut Lazuardi menjelaskan, Dishub DIY juga memberlakukan Manajemen dan Rekayasa Lalu lintas (MRLL) diantaranya Jalur Imogiri - Mangunan - Patuk dan sebaliknya berlaku satu arah.

Selanjutnya, bus pariwisata/ wisatawan dari arah Patuk menuju HEHA/Pengger, maka pulang melalui Simpang Terong ke arah Playen/Gading.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved