Berita Bantul Hari Ini

Disdukcapil Bantul Klaim Stok Blangko KTP-el Aman hingga 2 Bulan ke Depan

Saat ini Disdukcapil Kabupaten Bantul memiliki 11 ribu blangko KTP yang bisa mencukupi kebutuhan satu sampai dua bulan ke depan.

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantul mengklaim, stok blangko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) pada saat ini aman.

"Saat ini, blangko KTP kita ada 11 ribu. Lalu, rata-rata kebutuhan per bulan bisa mencapai 6 ribu," ucap Kepala Disdukcapil Bantul , Kwintarto Heru Prabowo, Minggu (31/3/2024).

Artinya, stok itu bisa mencukupi kebutuhan satu sampai dua bulan ke depan.

Namun, pihaknya masih kembali memproses penambahan stok bangko KTP-el untuk pemenuhan permintaan pada bulan berikutnya.

Setidaknya, pada bulan depan, pihaknya kembali melakukan pengambilan stok blangko KTP-el ke pemerintah pusat. 

"Insyaallah, untuk mempermudah akses pengambilan blangko KTP di Jakarta, kami melakukan koordinasi dengan Biro Tapem Setda DIY. Dan kemarin, mereka bilang bersedia untuk memfasilitasi itu," jelas dia.

Baca juga: Jelang Arus Mudik Lebaran 2024, Polres dan Dishub Bantul Lakukan Pemetaan Area Rawan Kecelakaan

"Menurut saya, insayallah tahun ini tidak ada kelangkaan blangko KTP-el. Kami juga selalu berkomunikasi dengan provinsi dan pusat untuk mencukupi kebutuhan blangko KTP," imbuh dia.

Termasuk kebutuhan untuk para pemilih pemula pada momen pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 berupa pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Bantul .

"Jumlah kebutuhan untuk pemilih pemula Pilkada 2024 tidak terlalu banyak dan itu terus kami fasilitasi. Apalagi sudah ada Pemilu Serentak pada 14 Februari 2024 lalu, jadi yang rekam KTP-el dan butuh cetak blangko KTP-el pada Pilkada 2024 tidak terlalu banyak," jelas Kwintarto.

Lebih lanjut, Kwintarto juga menyampaikan, selama ini kebutuhan blangko KTP-el di Bumi Projotamansari sangat bervariasi.

Di mana, pada umumnya tidak hanya untuk kebutuhan perekaman KTP-el pada pemilih pemula saja, tetapi juga untuk hal-hal lain.

"Yang mobile itu banyak. Jadi begini, kadang, maaf, ada yang dapet ijazah baru dan pada KTP-el yang lalu belum ada gelarnya. Nah itu kadang ada yang minta untuk ditambahkan gelarnya, jadi butuh blangko KTP," urainya.

Lalu, mantan Panewu Sewon itu turut mengatakan, blangko KTP-el juga dibutuhkan oleh masyarakat yang melakukan up date identitas diri lain.

Satu di antaranya berupa status kependudukan berupa menikah atau cerai.

"Jadi misal, ada yang kemarin suaminya meninggal dunia. Nah, orang itu juga butuh up date identitas diri kalau sudah janda atau cerai mati. Artinya kebutuhan blangko itu ternyata bervariasi," tutup Kwintarto.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved