Melihat Prosesi Jalan Salib di Bukit Manoreh Ala Pelajar SD Kanisius Kenalan Borobudur

puluhan pelajar SD Kanisius Kenalan mengiringi prosesi ibadat jalan salib yang digelar untuk menyongsong Hari Raya Paskah,

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Yuwantoro Winduajie
Siswa SD Kanisius Kenalan mengikuti ibadat jalan salib untuk menyongsong Hari Raya Paskah, yang digelar pada Selasa (26/3/2024) 

Suara derap langkah kecil dan doa-doa yang dipanjatkan puluhan pelajar SD Kanisius Kenalan mengiringi prosesi ibadat jalan salib yang digelar untuk menyongsong Hari Raya Paskah, Selasa (26/3/2024).  Di barisan paling depan, tampak seorang siswa yang tengah memikul salib berbahan kayu. Sementara puluhan pelajar lainnya mengekor di belakang sambil merapal doa.

SAMBIL dipandu sejumlah guru, mereka berjalan kaki menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer, menyusuri 14 perhentian sesuai peristiwa-peristiwa sengsara yang dialami Yesus Kristus.

Rute ibadah jalan salib berada di kawasan perbukitan Manoreh.

Dimulai dari SD Kanisius Kenalan, Kecamatan, Borobudur, Kabupaten Magelang menuju Gua Maria Welas Asih yang berlokasi di Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Ibadat jalan salib itu baru digelar untuk kali pertama oleh para pelajar SD Kanisius Kenalan.

Tujuannya guna mengenang dan melihat kembali perjalanan Yesus dalam memikul salib sejak dijatuhi hukuman mati hingga kematiannya di bukit Golgata dan dikuburkan.

"Jadi di jalan salib ada 14 pemberhentian. Cerita dari Tuhan Yesus dari dihukum mati sampai dimakamkan," ujar guru pendamping Maria Retno Ardiyanti di sela prosesi jalan salib.

Di setiap pemberhentian, para siswa diajak untuk merefleksikan peristiwa kematian Yesus Kristus.

Jalan salib memang bukan sekadar perayaan semata, melainkan momen refleksi dan penghayatan akan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.

"Tiap titik berhenti terus kami berdoa. Itu tadi ada bapak ibu guru yang berbicara itu merefleksikan, membuat refleksi untuk anak-anak kemudian berdoa. Menceritakan di pemberhentian ini yesus kenapa, ceritanya apa, anak anak menceritkan," paparnya.

Sehari setelahnya, para pelajar akan mengikuti aksi Tengok Orang Sakit dan Jompo (Tospo).

Kegiatannya meliputi kerja bakti membersihkan rumah dan memberikan bantuan sembako yang dilaksanakan oleh pelajar Republik Anak Kenalan (RAK) dalam menyambut Paskah sekaligus untuk menanamkan nilai kepedulian dan sebagai wujud kasih kepada sesama.

"Jadi ini sebagai aksi Paskah di tahun ini kemudian besok dilanjutkan dengan Tospo, Tengok Orang Sakit dan Jompo," ujarnya.

Sebelumnya pada Kamis (21/3/2024), para siswa juga sempat mengikuti Tilik Belik Ringin dan Belik Ploso di Dusun Kerugbatur, Majaksingi, Borobudur, Magelang.

Mereka diajak untuk mengenal lebih dekat sumber alam yang harus dijaga kelestariannya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved