Bacaan Niat dan Doa
BACAAN Doa Sujud Sahwi, Lengkap Beserta Cara Melakukan dan Sebab Melaksanakannya
Berikut ini adalah tata cara dan bacaan doa melakukan sujud sahwi, sujud yang dilakukan karena lupa jumlah rakaat atau melakukan kesalahan saat salat
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Berikut ini adalah tata cara dan bacaan doa melakukan sujud sahwi, sujud yang dilakukan karena lupa jumlah rakaat atau melakukan kesalahan saat salat.
Pengertian Sujud Sahwi
Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan ketika seorang muslim melakukan kesalahan ketika salat.
Entah itu ragu atau lupa terkait jumlah rakaat maupun bacaan salat.
Dalam buku Fikih Empat Madzhab Jilid 2 oleh Syaikh Abdurrahman Al-Juairi, sahwi artinya sama dengan kata an-nisyanu yang berarti lupa.
Jadi, sujud sahwi diartikan sebagai sujud yang dilakukan sebanyak dua kali ketika seseorang lupa atau meninggalkan salah satu rukun dan kewajiban salat.
Anjuran melakukan sujud sahwi didasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud.
إذا شك أحدكم فلم يدر أصلى ثلاثا أم أربعا فليلق الشك وليبن على اليقين وليسجد سجدتين قبل السلام ، فإن كانت صلاته تامة كانت الركعة ، والسجدتان نافلة له ، وإن كانت ناقصة كانت الركعة تماما للصلاة ، والسجدتان يرغمان أنف الشيطان
Artinya: "Ketika kalian ragu, tidak ingat apakah telah melakukan shalat tiga rakaat atau empat rakaat maka buanglah rasa ragu itu dan lanjutkanlah pada hal yang diyakini (hitungan tiga rakaat) dan hendaklah melakukan sujud dua kali sebelum salam. Jika shalat tersebut sempurna maka tambahan satu rakaat dihitung (pahala) baginya dan dua sujud merupakan kesunnahan baginya, jika ternyata shalatnya memang kurang satu, maka tambahan satu rakaat menyempurnakan shalatnya dan dua sujud itu untuk melawan kehendak syaitan."
Baca juga: BACAAN Doa-doa Pendek Mudah Diingat dan Dihafal Saat Melihat Gerhana Bulan
Bacaan Sujud Sahwi
Melansir laman resmi Nahdlatul Ulama, berikut bacaan doa sujud sahwi:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْا
Arab Latin: Subhana man laa yanaamu walaa yashu.
Artinya: "Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa."
Hal-hal yang Menyebabkan Harus Sujud Sahwi
Berdasarkan penjelasan yang disebutkan dalam kitab Hasyiyah Al-Bujairami, maka dijabarkan ada 5 hal yang menyebabkan pelaksanaan sujud sahwi, yakni:
1. Ketika Meninggalkan Sunnah Ab'ad
Sunnah ab'ad dalam shalat meliputi qunut, tasyahud awal, shalawat pada Nabi pada saat tahiyyat, shalawat pada keluarga Nabi pada saat tahiyyat akhir, dan duduk tasyahud awal.
Ketika seseorang meninggalkan salah satu dari berbagai macam sunnah ab'ad tersebut maka ia disunnahkan melaksanakan sujud sahwi.
2. Lupa Melakukan Sesuatu yang Membatalkan Shalat Bila Dilakukan dengan Sengaja
Penyebab lainnya adalah ketika dalam shalat seorang muslim lupa atau tanpa sengaja melakukan sesuatu yang membatalkan shalat bila dilakukan dengan sengaja.
Contohnya, seseorang tidak sengaja memperpanjang bacaan dalam i'tidal dan duduk di antara dua sujud. Sebab dua rukun ini tergolong rukun qashir yang tidak boleh dipanjangkan.
3. Memindah Rukun Qauli Bukan pada Tempatnya
Sekiranya memindah rukun qauli (ucapan) ini bukan termasuk yang membatalkan shalat. Seperti membaca Al-Fatihah pada saat duduk di antara dua sujud dan contoh-contoh yang sama.
4. Ragu dalam Hal Meninggalkan Sunnah Ab'ad
Perkara ini dicontohkan seperti seseorang ragu apakah telah melaksanakan qunut atau belum. Jika terdapat keraguan tersebut maka dalam hal ini ia disunnahkan sujud sahwi, sebab pada hakikatnya (hukum asal) ia dianggap tidak melaksanakan qunut tersebut.
5. Melakukan Perbuatan yang Berkemungkinan Tergolong sebagai Tambahan
Contoh dari penyebab ini, yakni seperti seseorang pada saat melaksanakan shalat isya' ragu apakah telah sampai rakaat ketiga atau sudah keempat.
Maka dalam keadaan tersebut hitungannya harus berpijak pada rakaat ketiga, sehingga ia wajib untuk menambahkan satu rakaat lagi dan sebelum salam ia disunnahkan melaksanakan sujud sahwi, sebab shalatnya berkemungkinan terdapat tambahan satu rakaat.
Cara Melaksanakan Sujud Sahwi
Sebelum dan sesudah sujud sahwi, disyariatkan untuk membaca takbir "Allahu akbar".
Namun takbir di sini bukanlah takbiratul ihram yang disertai dengan mengangkat kedua tangan, cukup mengucapkan takbir lalu sujud seperti halnya sujud dalam shalat. (*)
| 4 Contoh Doa Upacara HUT KORPRI ke-54 Tahun 2025, Lengkap, Panjang, dan Siap Dibacakan |
|
|---|
| Keutamaan Salat Dhuha, Ibadah Sunnah untuk Sedekah Pagi 360 Sendi Tubuh Manusia |
|
|---|
| Bacaan Latin Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Islam 1 Muharram 1447 H |
|
|---|
| Panduan Lengkap Puasa Sunnah Syaban dan Doa Nisfu Syaban |
|
|---|
| Tata Cara dan Keutamaan Sholat Nisfu Syaban: Amalan Penting Menjelang Ramadhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Salat-subuh-orang-sedang-melaksanakan-sujud.jpg)