Putin: 4 Tersangka Penyerangan yang Tewaskan 133 Orang di Gedung Konser Ditangkap

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan empat pria bersenjata yang melakukan serangan mematikan di tempat konser di Moskow telah ditangkap

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Dmitry AZAROV / SPUTNIK / AFP
Presiden Vladimir Putin 

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan empat pria bersenjata yang melakukan serangan brutal di tempat konser di Moskow telah ditangkap.

Setidaknya 133 orang tewas dan lebih dari 140 orang terluka ketika para penyerang menyerbu gedung tersebut, menembak tanpa pandang bulu dan membakarnya.

Pihak berwenang mengatakan total 11 orang ditahan, dan empat pria bersenjata ditangkap saat menuju ke Ukraina.

Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengatakan mereka berada di balik serangan itu, seperti dikutip dari BBC News.

Pada hari Sabtu, Amaq, saluran ISIS di Telegram, mengunggah gambar empat pria memakai masker yang mereka klaim terlibat dalam serangan tersebut.

Penembakan massal terjadi di sebuah gedung di Moskow pada Jumat (22/3/2024), malam hari.
Penembakan massal terjadi di sebuah gedung di Moskow pada Jumat (22/3/2024), malam hari. (twitter)

Rusia belum mengomentari klaim ISIS tersebut.

Kelompok ini kemudian merilis rekaman yang sangat gamblang dari serangan tersebut.

Video tersebut, yang oleh BBC telah diverifikasi dan dinyatakan asli, menunjukkan salah satu pria bersenjata melepaskan tembakan ke beberapa orang.

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Putin mengutuk pembantaian tersebut, yang paling mematikan di Rusia selama hampir 20 tahun, sebagai aksi teroris yang biadab.

Ia juga dan mengulangi pernyataan sebelumnya dari dinas keamanan Rusia bahwa para penyerang mencoba melarikan diri ke Ukraina.

Bantahan Urakina

Sementara itu, Kyiv membantah tudingan bahwa mereka terlibat dalam serangan itu dan menyebutnya sebagai hal yang tidak masuk akal.

"Menganggap para tersangka sedang menuju ke Ukraina berarti mereka bodoh atau ingin bunuh diri," kata Andriy Yusov, juru bicara direktorat intelijen militer Ukraina, kepada BBC.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Putin berusaha menyalahkan Ukraina atas serangan itu.

“Putin, bukannya berurusan dengan warganya di Rusia, malah berbicara kepada mereka, malah diam selama satu hari, memikirkan bagaimana mengaitkan hal ini ke Ukraina,” katanya dalam pidato malamnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved