Pemkab Magelang Fokus Tangani Kemiskinan Ekstrem dan Stunting
Tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Magelang telah turun sebanyak 1,37 persen di 2023
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Penjabat (Pj) Bupati Magelang, Sepyo Achanto menyebut penurunan angka stunting di Jawa Tengah belum memperoleh hasil yang menggembirakan untuk menopang peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah dalam periode yang akan datang.
Oleh karena itu, dibutuhkan banyak upaya pencegahan.
Menurutnya, fokus intervensi yang perlu dilakukan secara terkoordinasi dan komprehensif adalah pada remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan penekanan pada aspek pencegahan dalam bentuk edukasi dan intervensi spesifik maupun sensitif.
"Program penurunan stunting dari pusat ini harus kita tindak lanjuti, harus dilaksanakan dan harus diedukasi dengan berbagai pihak, karena ini juga dalam rangka menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) sesuai yang diharapkan untuk Indonesia emas," ujar Sepyo belum lama ini.
Di Kabupaten Magelang sendiri untuk kegiatan-kegiatan penurunan angka stunting sudah berjalan, meski perlu penekanan kembali untuk mencapai target-target yang telah ditentukan serta persentasenya bisa diturunkan semaksimal mungkin.
Kepala Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi menyampaikan berdasarkan data e PPGBM, persentase stunting di Kabupaten Magelang mencapai 15,22 persen di tahun 2023 yang sebelumnya 13,11 persen di tahun 2022.
Ia menambahkan penyebab dari stunting yang terjadi di Kabupaten Magelang diantaranya karena kurang protein hewani, pola asuh yang tidak tepat, sanitasi, anemia, pola pendidikan dan lain-lain.
Dalam rangka memenuhi target penurunan stunting Kabupaten Magelang ke angka 14 persen di tahun 2024, diperlukan Tim Percepatan Penurunan Stunting.
Adapun tim yang sudah dibentuk sesuai dengan Keputusan Bupati Magelang No. 180.182/47/KEP/09/2022 adalah Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari kader KB, kader PKK, dan kader nakes.
"Selain percepatan penurunan stunting, Kabupaten Magelang juga menerapkan kebijakan dan strategi penanggulan kemiskinan ekstrim, konsep dasar dari kemiskinan ekstrem ini adalah ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar makanan," ungkap Bela Pinarsi.
Kepala Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang, M Taufik Hidayat Yahya, menyampaikan tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Magelang telah turun 1,37 persen di 2023, sehingga menjadi 10,96 persen dari yang sebelumnya 11,09 persen.
"Untuk mewujudkan target nasional 0 persen, kemiskinan ekstrem pada 2024 diperlukan upaya keras dari semua pihak. Oleh karena itu diharapkan upaya-upaya percepatan penghapusan kemiskinan oleh Pemkab Magelang dapat terlaksana dengan baik," harap Taufik. (*)
| Dorong Ekonomi Kerakyatan, Pemkab Magelang Wajibkan ASN Belanja di Warung Tetangga |
|
|---|
| Sekda DIY Peringatkan Pelaksana Program MBG di Lapangan: Jangan Rusak Upaya Mitigasi Stunting |
|
|---|
| Eko Suwanto Kampanyekan Gerakan Gemar Makan Ikan, Dorong Pemda Fasilitasi Gizi Terbaik untuk Balita |
|
|---|
| Wabup Magelang Wanti-wanti Kades: Pengelolaan Keuangan Desa Harus Akuntabel dan Disiplin Anggaran |
|
|---|
| DPRD Magelang Warning ASN: Jangan Jadikan WFH Modus Perpanjang Libur Akhir Pekan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kabupaten-magelang.jpg)