Wonderful Riau Island

Kisah Batu yang Terhampar, Legenda Asal-usul Kecamatan Batu Ampar di Kota Batam Kepri

Simak legenda Batu Ampar, asal-usul Kecamatan Batu Ampar, memuat kisah si Badang anak Kepri yang sakti, Tuan Putri Singapura, dan orang India.

Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: Alifia Nuralita Rezqiana
Google Maps/alif Hijaiyah Alif
Kisah Batu yang Terhampar, Legenda Asal-usul Kecamatan Batu Ampar di Kota Batam Kepri. FOTO: Pemandangan di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Kepri. Foto diunggah oleh akun alif Hijaiyah Alif di Google Maps. 

TRIBUNJOGJA.COM - Batu Ampar adalah salah satu kecamatan yang terletak di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Mengutip laman resmi Kecamatan Batu Ampar kecbatuampar.batam.go.id, Kecamatan Batu Ampar terbentuk pada 2005 lalu, bersamaan dengan Pemekaran Kecamatan di Kota Batam.

Pembentukan Kecamatan Batu Ampar tertuang dalam Peraturan Pemerintah Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2005 tentang “Pemekaran, Perubahan dan Pembentukan Kecamatan Kelurahan di Kota Batam”. 

Dikutip Tribunjogja.com dari laman resmi Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri disbud.kepriprov.go.id, ada sebuah legenda atau cerita rakyat tentang Kecamatan Batu Ampar.

Berikut kisah batu yang terhampar, asal-usul nama Batu Ampar di Kota Batam, Kepri.

Legenda Batu yang Terhampar, Asal-usul Batu Ampar di Batam Kepri

Pemandangan di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau. Foto diunggah oleh akun Aisha Pasha Patria di Google Maps.
Pemandangan di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau. Foto diunggah oleh akun Aisha Pasha Patria di Google Maps. (Google Maps/Aisha Pasha Patria)

Dalam sebuah literatur karya Abdul Razak tentang cerita rakyat Kepulauan Riau, disebutkan bahwa nama “Batu Ampar” diambil dari kata “batu yang terhampar”.

Konon, pada zaman dahulu, ada seorang laki-laki kumal dan kurus kering yang hidup di wilayah geografis Kepulauan Riau

Selagi bujang, orang-orang memanggilnya si Badang. 

Perawakannya kecil, lengannya sepintas mudah patah, dan kakinya seperti terkena penyakit lumpuh.

Singkat cerita, sedikit-demi sedikit si Badang tumbuh menjadi pria yang jujur, sederhana, suka berkelana, dan perkasa. 

Ia hidup berpindah-pindah, dari Kepulauan Riau ke Bintan, Daik, Pulau Buluh, hingga ke Tumasik (Singapura).

Pemandangan di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau. Foto diunggah oleh akun emji harahap di Google Maps.
Pemandangan di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau. Foto diunggah oleh akun emji harahap di Google Maps. (Google Maps/emji harahap)

Ketika hidup di Tumasik, si Badang yang sudah berubah jadi pria perkasa, menjadi orang kepercayaan Tuan Putri penguasa Tumasik.

Ia bahkan mewakili negeri Tumasik untuk beradu kekuatan melawan orang kuat dari India. 

Sebelumnya, orang kuat asal India itu menghadap Tuan Putri penguasa Tumasik untuk menyerahkan semua hartanya kepada Tuan Putri apabila kalah dalam adu kekuatan dengan si Badang.

Sebagai balasan, orang kuat asal India meminta Tuan Putri Tumasik untuk menyerahkan Tumasik kepadanya jika dia berhasil menang dalam adu kuat dengan si Badang.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved