Wonderful Riau Island
Mengungkap Ritual Bakar Tongkang di Batam: Sejarah, Makna, dan Pesona Tradisi Tionghoa
Ritual Bakar Tongkang telah mencuri perhatian wisatawan saat digelar di Kelenteng Cethya U Pho Sakadarma, Baloi, Lubukbaja, Batam, dari tanggal 20
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
TRIBUNJOGJA.COM - Ritual Bakar Tongkang telah mencuri perhatian wisatawan saat digelar di Kelenteng Cethya U Pho Sakadarma, Baloi, Lubukbaja, Batam, dari tanggal 20 hingga 22 Juli 2024 lalu. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Ritual Bakar Tongkang?
Bakar Tongkang merupakan tradisi tahunan masyarakat Tionghoa di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
Ritual ini melibatkan pembakaran replika tongkang berbahan kayu yang diarak oleh peserta selama puncak acara.
Sejarah mencatat, para imigran ini meninggalkan tanah air mereka di Cina karena kerusuhan berkepanjangan.
Mereka bersumpah untuk tidak kembali dan membakar tongkang sebagai simbol keputusan mereka untuk menetap di tanah baru yang mereka sebut Bagansiapiapi, atau "Tanah Kunang-kunang."
Baca juga: Kepri Jadi Primadona Wisata Golf di Indonesia, Bisa Dongkrak Kehadiran Wisatawan Asing
Dikutip Tribunjogja.com dari laman TribnBatam.id, Ketua Yayasan Cethya U Pho Sakadarma, Rudsi mengatakan tradisi ini berasal dari Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau.
"Jadi awal mulanya pada tahun 1820an, di daerah China ada sekelompok orang marga Aun mencari tempat baru yang menghasilkan banyak ikan. Makanya mereka melaut menggunakan tongkang dan sampailah di perairan Asia. Hingga mereka sampai di Bagansiapiapi," ujar Rusdi.
Bakar Tongkang berupa ritual membakar kapal (terakhir) yang digunakan untuk berlayar para imigran dari Cina, yang pada akhirnya memutuskan menetap di Riau.
Para imigran Cina pertama kali menginjakan kaki di Riau sekitar tahun 1826. Peristiwa tersebut menajadi akar festival Bakar Tongkang.
Ritual Bakar Tongkang sendiri dikenal sebagai Go Ge Cap Lak, yang berarti "tanggal 16 bulan 5" dalam kalender Cina, hari di mana tradisi ini dilaksanakan setiap tahun.
Kenapa Bagansiapiapi?
Bagansiapiapi merupakan daerah yang didiami para imigran Cina.
Dipercaya, leluhur masyarakat Bagansiapiapi adalah orang-orang Tang-lang keturunan.
Hokkien yang berasal dari Distrik Tong'an (Tang Ua) di Xiemen, Provinsi Fujian, Cina Selatan.
Mereka meninggalkan tanah airnya menggunakan tongkang. Kapal yang biasa digunakan untuk mengangkut pasir dan mineral di tambang.
Awalnya, ada tiga tongkang yang melakukan ekspedisi, namun hanya satu kapal yang sampai ke pantai Sumatera.
Wonderful Riau Islands
Wonderful Riau Island
Pariwisata Kepri
Kepri
destinasi wisata kepri
Ritual Bakar Tongkang
Bakar Tongkang
Batam
Bagansiapiapi
| Spesial Border Treatment untuk Kepri Diharapkan Gairahkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara |
|
|---|
| Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau Bahas Kerjasama Berbagai Bidang Bersama Konsul Malaysia |
|
|---|
| Sejarah Benteng Bukit Kursi di Pulau Penyengat Kepri Dulu Sentral Pertahanan Kini Jadi Tempat Wisata |
|
|---|
| 4 Rekomendasi Camilan Lezat Oleh-oleh Khas Batam Kepulauan Riau Ada Kue dan Keripik |
|
|---|
| Mandiri Bintan Marathon 2024 Digelar 2 dan 3 November 2024 di Lagoi Bay |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mengungkap-Ritual-Bakar-Tongkang-di-Batam-Sejarah-Makna-dan-Pesona-Tradisi-Tionghoa.jpg)