Info Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hari Ini, Pulau Jawa Berpotensi Dilanda Angin Kencang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 32 provinsi pada Rabu 13 Maret 2024 hari ini

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM
BMKG Yogyakarta memprediksikan angin kencang masih berpotensi muncul selama sepekan dimulai Minggu (15/10/2023) hingga enam hari ke depan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi 12 wilayah akan dilanda angin kencang pada Rabu (13/3/2024) hari ini.

Wilayah yang diprediksi akan dilanda angin kencang meliputi seluruh provinsi di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku hingga Sulawesi.

Selain potensi angin kencang, BMKG juga memprediksi hujan lebat disertai angin kencang akan melanda sebagian wilayah di Indonesia pada hari ini.

Rinciannya sebanyak 20 wilayah diprediksi akan diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Lalu 4 provinsi lainnya diprediksi akan diguyur hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir.

BMKG pun sudah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 32 provinsi yang diprediksi akan diguyur hujan dan angin kencang tersebut.

Warga yang berada di wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem di 32 provinsi pada hari ini dipicu oleh kemunculan bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia sebelah barat daya Banten.

Bibit Siklon tersebut bergerak dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara 996 hPa serta bergerak ke arah timur-tenggara dengan potensi untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori sedang. 

Lalu bibit Siklon Tropis 93P terpantau di Teluk Carpentaria yang memiliki Kecepatan angin Maksimum 15 knot dan tekanan udara 1005 hPa serta bergerak ke arah timur-tenggara dengan potensi untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori rendah.

Kedua Bibit Siklon Tropis ini menginduksi daerah peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di Samudra Hindia barat daya Sumatera-barat daya Banten dan Laut Arafuru yang mampu meningkatkan potensi tinggi gelombang di sekitar Bibit siklon tropis tersebut.

Sirkulasi Siklonik terpantau di Perairan utara dari Australia Bagian Utara yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Samudra Hindia Selatan NTT hingga Teluk Carpentaria.

Daerah konvergensi lainnya terpantau memanjang dari Pesisir Barat Sumatra Utara hingga Sumatra Barat, dari Laut Natuna hingga Selat Karimata.

Lalu dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Timur, dari Samudra Hindia Barat Daya Lampung hingga Selatan Jawa Barat, dari Laut Jawa Bagian Timur hingga Pesisir Utara NTB, dari Pulau Timor hingga Laut Aru.

Kemudian dari Teluk Tomini hingga Sulawesi Tenggara, dari Laut Aru hingga Pesisir Timur Papua Bagian Selatan, dari Teluk Cendrawasih hingga Papua Tengah, di Laut Cina Selatan, dari Teluk Thailand hingga Laut Andaman, dan dari Samudra Pasifik Timur Filipina hingga Filipina Bagian Selatan. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved