Berita Sleman Hari Ini
Apindo Sleman Adakan Gathering Tantangan dan Peluang Usaha Pasca Pemilu 2024
Gathering ini diprakarasi oleh Ketua DPK Apindo Sleman Petrus Tedja Hapsoro, dimana kegiatan ini menjadi ajang bertemunya pelaku usaha di Sleman.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sleman menggelar Rakerkonprov sekaligus gathering bertajuk Tantangan dan Peluang Usaha setelah Pemilu 2024.
Gathering ini diprakarasi oleh Ketua DPK Apindo Sleman Petrus Tedja Hapsoro, dimana kegiatan ini menjadi ajang bertemunya pelaku usaha di Kabupaten Sleman.
"Gathering ini sukses kami gelar pada Kamis 7 Maret lalu. Kebersamaan ini menjadi ekosistem UMKM binaan Apindo untuk bertumbuh dan berkembang," kata Ketua DPK Apindo Sleman, Petrus Tedja Hapsoro dalam keterangannya, Selasa (12/3/2024).
Dia menjelasakan gathering ini dilaksanakan dengan maksud terjadi silaturahmi para pelaku usaha di Kabupaten Sleman untuk merajut kembali semangat kebersamaan dan kebermaknaan serta kebermanfaatan serta ajakan kepada para pelaku usaha untuk bergabung bersama Apindo.
Sebab menurut Petrus, semboyan yang digaungkan secara nasional adalah Pengusaha Bersatu, Indonesia Maju.
"Dan para pengusaha mikro kecil adalah bagian integral dari komunitas pelaku usaha Apindo yang harus dijaga kelangsungan dan keberlanjutannya, oleh sesama pelaku usaha yang lebih mapan," ungkapnya.
Selain gathering, pihaknya juga menyediakan area pameran produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan UKEA binaan Apindo .
Baca juga: Gelar Rapat Kerja Provinsi, Apindo DIY Luncurkan Program Seribu Pengusaha Mengajar
Petrus menuturkan, bergabung dalam Apindo menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha untuk saling menumbuhkan, mengingat misi Apindo untuk bela-lindung berdaya para pelaku usaha, termasuk UMK.
Para pelaku usaha bisa berbagi masalah, tentang wawasan perizinan, tentang peningkatan dialog social kerjasama bipartite demi peningkatan kinerja, produktivitas, daya saing.
Para pelaku usaha juga menurutnya bisa berbagi aspirasi dan menyatukan langkah mewujudkan kondusivitas, mendaratkan visi-misi Apindo , bagi terbangunnya iklim usaha yang kondusif.
"Sehingga dengan demikian ikut ambil bagian juga menjadi penggerak transformasi ekonomi bagi kesejahteraan pekerja dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat menuju Indonesia Emas," terang dia.
Petrus menuturkan, sejak dua tahun terakhir, Apindo Sleman mengarusutamakan perhatian terhadap tumbuh kembang dan peningkatan kapasitas Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan pilihan pada usaha mikro kecil.
"Secara eksplisit salah satu butir pernyataan misi Apindo adalah melindungi, memberdayakan dan seluruh pelaku usaha termasuk UMKM, mengingat bahwa kontribusi umkm bagi perekonomian negara sangat signifikan pada angka 60-an persen," ujarnya.
Di DIY sendiri kontribusi UMK terhadap PDRB sangat signifikan, sebesar 79.6 persen, apalagi semasa pandemi telah terbukti menjadi ketahanan ekonomi rakyat, dan menyediakan lapangan kerja.
Pada tahun 2023 Apindo telah melakukan pendampingan tahap pertama, dan kini di tahun 2024, akan dilanjutkan pendampingan tahap kedua untuk usaha mikro kecil yang memenuhi persyaratan. ( Tribunjogja.com )
Puting Beliung Melanda Condongcatur Sleman, Sejumlah Rumah Warga Rusak |
![]() |
---|
Keterangan Polisi soal Kecelakaan Beruntun di Sleman Hari Ini, Kerugian Ditaksir Rp 155 Juta |
![]() |
---|
CERITA Fajarwati yang Kelak Tidak Akan Tidur di Bekas Kandang Sapi Lagi |
![]() |
---|
Sambut Natal, 20 Gereja di Sleman Jadi Prioritas Pengamanan Polisi |
![]() |
---|
Ibu-ibu di Yogyakarta Diajak Cerdas Kelola Keuangan dan Emosional |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.