Ramadan 2024

KISAH Petugas Bersih Makam Bergota Semarang Jelang Puasa Ramadan

KISAH Petugas Bersih Makam Bergota Semarang Jelang Puasa Ramadan. tukang bersih-bersih di TPU Bergota, Semarang.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf
Rochmadi, tukang bersih-bersih TPU Bergota, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (9/3/2024 

Tribunjogja.com - Mengunjungi makam keluarga jelang Ramadan jadi satu diantara agenda yang dilakukan oleh sebagian orang.

Namun akan jadi kendala bagi mereka yang sedang dalam perantauan.

Para perantau tak mudah mendapatkan waktu untuk ziarah ke makam keluarga.

Dan kondisi seperti itu bisa jadi rejeki bagi warga sekitar pemakaman.

Seperti yang terjadi pada Rochmadi (59).

Dilansir dari Kompas, dia merupakan tukang bersih-bersih di TPU Bergota, Semarang.

Rochmadi, tukang bersih-bersih TPU Bergota, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (9/3/2024
Rochmadi, tukang bersih-bersih TPU Bergota, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (9/3/2024 (KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf)

Sudah 29 tahun dia menggantikan kakaknya yang dulu juga menjadi tukang bersih-bersih di makam tersebut.

Menjadi tukang bersih-bersih tak bisa dianggap remeh.

Pada Ramadhan 2023 yang lalu, dia bisa mendapatkan penghasilan sebanyak Rp 10 juta.

"Harapanya tahun ini bisa lebih ramai lagi. Biar dapat uang lebih banyak lagi," jelasnya saat ditemui di TPU Bergota, Sabtu (9/3/2024).

Meski Ramadhan sebelumnya mendapatkan penghasilan hingga puluhan juta, Rochmadi tak memasang tarif khusus kepada warga yang menggunakan jasanya.

Baginya, menjadi tukang bersih-bersih makam tidak hanya untuk bekerja.

Namun, juga mencari keluarga baru.

"Tak jarang, ada yang memberi uang secara rutin setiap bulan karena sudah menjaga dan membersihkan makam keluarga orang lain itu," kata dia.

Mayoritas warga yang menggunakan jasanya merupakan warga yang tidak sempat pulang untuk membersihkan makam leluhurnya di TPU Bergota.

"Keturunan almarhum banyak yang merantau," ungkap Rochmadi.

Karena tak memasang tarif, warga yang menggunakan jasanya memberikan upah berbeda-beda.

Mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 200.000.

"Karena saya sudah rutin bersihkan makam keluarganya," imbuhnya.

Kordinator TPU Bergota, Heru Triantoro membenarkan, menjelang Ramadan banyak peziarah yang berdatangan.

Warga yang datang tak hanya dari Kota Semarang, melainkan warga luar Kota Semarang yang datang rombongan dengan bus-bus besar.

"Semakin banyak yang datang jelang Ramadhan," ujarnya.

Mayoritas, peziarah datang saat Kamis dan Jumat Kliwon. Jika sedang ramai, TPU Bergota akan buka hingga larut malam.

"Jumat Kliwon, bisa sampai malam mereka yang datang," imbuh dia. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved