Ada Gerakan Pemasangan Tanda Batas di Purworejo, Berikut Penjelasan BPN
Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo mengulirkan program gerakan masyarakat pemasangan tanda batas (Gemapatas)
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo mengulirkan program gerakan masyarakat pemasangan tanda batas (Gemapatas) 2024.
Pencanangan program Gemapatas 2024 di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dipusatkan di Desa Ngemplak, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (29/2/2024).
Kepala Kantor BPN Kabupaten Purworejo, Andri Kristanto, mengatakan, pencanangan program Gemapatas itu adalah tahun kedua, setelah sebelumnya pada 2023 dipusatkan di Desa Samping, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Adapun, Desa Ngemplak dipilih sebagai tempat pencanangan Gemapatas karena bakal diproyeksikan menjadi Desa Lengkap.
Artinya, pendaftaran, pengukuran, dan pemasangan patok, hingga sertifikat tanah diharapkan semua lengkap, mencakup seluruh bidang di desa tersebut.
"Gemapatas kami adakan serentak bersamaan dengan desa lain di Kabupaten Purworejo. Sebagai upaya untuk mengakselerasi PTSL 2024 berbasis partisipasi masyarakat. Pada saat bersamaan, Provinsi juga melaksanakan Gemapatas secara serentak di Jawa Tengah yang dipusatkan di lapangan Desa Kepakisan, Kabupaten Banjarnegara," ungkap Andri, Kamis (29/2/2024).
Andri menjelaskan, tujuan Gemapatas adalah untuk menggerakkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar menjaga bidang tanah masing-masing.
Yakni dengan cara memasang patok sebagai tanda batas luas bidang tanah yang dimiliki.
"Patok tersebut dipasang oleh pemilik tanah dan didampingi warga yang tanahnya berbatasan. Langkah itu akan meminimalisir konflik dan sengketa terkait batas tanah antar warga," katanya.
Selain itu, pemasangan patok dan pendaftaran PTSL juga dinilai bisa mengamankan aset berupa tanah dari mafia tanah yang tidak bertanggungjawab.
"Standar patok antara lain terbuat dari beton dengan panjang 50 cm, ditanam kedalaman 30 cm dan kelihatan dari luar 20 cm," ujarnya.
Adapun, pada tahun ini ada sebanyak 23 desa di Kabupaten Purworejo yang menjadi sasaran PTSL 2024.
Dari jumlah desa itu, BPN Kabupaten Purworejo ditargetkan bisa menerbitkan sebanyak 42.700 sertifikat bidang tanah.
Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, melalui Asisten I Setda Kabupaten Purworejo, Bambang Susilo, berharap program gemapatas tidak hanya berhenti sampai kegiatan pencanangan.
| Terus Konsisten Berikan Edukasi Berkendara Astra Motor Yogyakarta Sambangi SMKN 1 Purworejo |
|
|---|
| Kesaksian Warga saat Puting Beliung Terjang Purworejo, Rumah-rumah Rusak, Pohon Bertumbangan |
|
|---|
| Kulon Progo Siapkan Perpanjangan Kerjasama Strategis 'Gelangprojo' dengan Purworejo |
|
|---|
| Kronologi Puluhan Warga Purworejo Muntah, Diare, hingga Pusing usai Makan Ayam dan Ati Ampela |
|
|---|
| Hadiri Undangan Hajatan, Puluhan Warga Loano Purworejo Diduga Keracunan Hidangan Katering |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Peringatan-HUT-Ke-193-Kabupaten-Purworejo.jpg)