Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Sleman dan Kulon Progo Bagian Utara Berpotensi Diguyur Hujan-Angin, Warga Diimbau Waspada

Sleman dan Kulon Progo bagian utara mulai tanggal 16-18 Februari berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Hujan Deras 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagian wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terutama di Sleman dan Kulon Progo bagian utara mulai tanggal 16-18 Februari berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang.

Sebab itu, Stasiun Meteorologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini dengan mengimbau warga waspada potensi ancaman bencana hidrometeorologi yang diakibatkan hujan lebat ataupun sedang disertai angin kencang. 

"Waspada potensi hujan sedang- lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dapat memicu pohon tumbang atau patah," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta , Warjono. 

Warga juga diimbau waspada bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor akibat hujan ringan hingga sedang namun dengan durasi yang panjang.

Warjono menyampaikan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, pihaknya mengidentifikasi ada pusat tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara.

Selain juga terpantau adanya pola sirkulasi siklonik di barat pulau Kalimantan.

Lalu terdapat pertemuan angin atau konvergensi di laut Jawa bagian timur. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jumat 16 Februari 2024, Hujan Guyur 31 Provinsi Hari Ini

Sementara itu, dari hasil analisis profil vertikal kelembapan udara di wilayah DIY pada ketinggian 1.5 - 3.0 kilometer atau di level 850 - 700 mb berkisar antara 70- 95 persen (basah). 

"Kondisi ini meningkatkan peluang hujan sedang-lebat di beberapa wilayah DIY bagian utara terutama pada saat siang hingga sore hari," terangnya. 

Melalui pertimbangan tersebut, Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta memprakirakan cuaca di wilayah DIY pada 16 februari berpotensi diguyur hujan sedang - lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Sleman utara, Kulon progo utara dan Gunungkidul bagian barat.

Adapun di tanggal 17 dan 18 Februari 2024, potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berada di Sleman bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman , Bambang Kuntoro juga sebelumnya mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada potensi bencana hidrometeorologi.

Menurut dia, jika melihat situasi di langit cuaca panas namun tiba-tiba mendung gelap maka waspada. 

"Mohon hati-hati. Kemudian pengertiannya, pohon rindang tolong dipaprasi. Jika ada angin kencang berlindung di tempat yang aman. Jika berteduh di bangunan, dipastikan bangunan tersebut kokoh," kata Bambang. 

Saat ini, Kabupaten Sleman masih menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi baik basah maupun kering.

Status ini berlaku sejak tanggal 1 Desember 2023 hingga 28 Februari 2024.

Masyarakat diimbau untuk hati-hati dan memitigasi berbagai potensi ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah masing-masing.( Tribunjogja.com )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved