Makna HUT Pemkab Purworejo ke-193 Dadya Ngabekti Tanpa Sikara

Pemerintah Kabupaten Purworejo bakal menapak usia 193 tahun pada 27 Februari 2024.

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA/Istimewa
Logo HUT Ke-193 Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten Purworejo bakal menapak usia 193 tahun pada 27 Februari 2024.

Serangkaian kegiatan pun telah disiapkan oleh Pemkab Purworejo untuk menyemarakkan hajat besarnya.

Kepala Dinporapar Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan, mengatakan, peringatan hari jadi Kabupaten Purworejo tahun ini mengusung tema Dadya Ngabekti Tanpa Sikara.

Aan menjelaskan, tema tersebut merupakan sengkalan Jawa untuk tahun 2024.

Di mana kata 'Dadya' mempresentasikan angka 4 yang mengandung arti menjadi.

Lalu, kata 'Ngabekti' mempresentasikan angka 2 dan memiliki arti berbakti.

Kemudian, kata 'Tanpa' (dibaca tanpo) mengambarkan angka 0 dengan arti tanpa.

Sedangkan kata 'Sikara' mengambarkan angka 2 dan memiliki arti Khianat atau mengacau.

"Jadi arti keseluruhan, di tahun 2024 ini semoga masyarakat Purworejo dapat 'menjadi orang yang berbakti dalam membangun negara dan daerah tanpa perlu berkhianat, mengacau, dan membuat perpecahan yang menyebabkan gangguan ketentraman serta ketertiban umum, sehingga menjadikan situasi tidak komdusif," jelas Aan kepada awak media, Kamis (15/2/2024).

Ikon Kabupaten Purworejo
Ikon Kabupaten Purworejo (TRIBUNJOGJA/Istimewa)

Baca juga: Peringatan HUT Ke-193 Kabupaten Purworejo, Berikut Agenda Acara Februari hingga April

Aan menyebut, tema itu disesuaikan dengan kondisi 2024 yang merupakan tahun politik dengan adanya penyelenggaraan pemilihan presiden (Pilpres) pada Februari 2024.

Juga ada rencana pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada November 2024.

Lebih lanjut, Aan menuturkan Pemkab Purworejo telah menyiapkan logo peringatan hari jadi kali ini.

Logo tersebut didesain dengan merangkai angka 193, yang menunjukkan usia Kabupaten Purworejo, menjadi bentuk jempol atau ibu jari mengarah ke atas.

"Bentuk jempol atau ibu jari ke atas itu menunjukkan suatu simbol pujian, pemberian semangat, kehormatan, dan persetujuan terhadap kondisi tertentu. Mudah-mudahan kita semua bisa saling memberikan penghargaan atau pujian," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved