Tips dan Cara
6 Cara Merawat Ruam Popok pada Bayi
Ruam popok bisa muncul karena kondisi gesekan yang dikombinasikan kondisi lembap serta kurangnya sirkulasi udara di area pantat dan selangkangan.
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Bayi memiliki kulit yang tipis dan sensitif, maka dari itu diperlukan perawatan yang tepat agar tidak timbul masalah kulit.
Salah satu masalah yang kerap dialami adalah ruam yang disebabkan pemakaian popok.
Kulit area pantat dan selangkangan bayi bisa dikatakan terkena ruam popok jika ada radang kemerahan di area tersebut.
Radang ini bisa muncul karena kondisi gesekan yang dikombinasikan kondisi lembap serta kurangnya sirkulasi udara di area pantat dan selangkangan.
Akibatnya, bayi merasa perih kesakitan dan menjadi rewel.
Dilansir dari laman Kemenkes RI, sejumlah penyebab umum seorang anak menderita ruam popok yaitu:
1. Infeksi bakteri karena popok jarang diganti sehingga kulit terlalu lama kontak dengan keringat, urine, bahkan feses
2. Alergi bahan popok, sabun, shampoo, atau produk lain yang sedang digunakan
3. Ukuran popok tidak sesuai (terlalu longgar atau terlalu sempit)
4. Bayi mengalami pergantian jenis makanan; biasa menyerang anak yang baru menjajal MPASI.
Baca juga: 7 Tips Menjaga Kesehatan Saat Musim Hujan
Setiap anak yang memakai popok hampir dipastikan pernah mengalami ruam popok. Meski tidak membahayakan nyawa, namun ruam popok bisa menyebabkan luka serius.
Cara tepat merawat ruam popok adalah sebagai berikut:
1. Kurangi penggunaan air hangat saat memandikan bayi
Kulit bayi sebenarnya belum butuh banyak dimandikan. Bahkan, frekuensi mandi hanya tiga kali dalam seminggu pun cukup untuk si kecil, meski Anda boleh-boleh saja memandikan bayi setiap hari.
Yang penting, penggunaan air hangat terlalu sering sebaiknya dihindari, khususnya untuk area pantat dan selangkangan bayi saat terkena ruam.
Sentuhan dengan air bersuhu hangat bisa malah memperlama proses penyembuhan di kulit bayi.
2. Keringkan bayi pascamandi
Pasca mandi, usap anak dengan handuk lembut. Pastikan tubuhnya benar-benar kering sebelum memakaikan popok dan pakaian supaya tidak ada bekas air yang berpotensi menimbulkan kelembapan, atau bahkan jamur.
3. Angin-anginkan pantat bayi sebelum memakaikan popok
Beri waktu 5-10 menit sebelum memakaikan popok agar area sensitif bayi benar-benar kering.
Selama menunggu, Anda bisa mengajak bayi Anda berbincang dan bercanda untuk merangsang kinerja otaknya.
4. Oleskan pelembap atau minyak khusus bayi
Beberapa bahan yang ditengarai bisa membantu penyembuhan ruam popok adalah petroleum jelly, dan minyak khusus bayi yang banyak dijual di toko terdekat.
Namun, pastikan produknya sudah mengantongi izin dan teruji klinis,
5. Rutin mengganti popok
Penyebab utama ruam popok adalah area kulit yang terlalu lama kontak dengan tinja, urine, dan keringat bayi.
Dengan menambah frekuensi pembersihan pantat bayi dan mengganti popoknya, risiko ruam popok bisa diminimalisasi.
6. Periksakan ke layanan kesehatan terdekat
Jika ruam popok sudah disertai pertanda lain seperti rewel tidak berkesudahan dan demam, Ayah dan Bunda wajib memeriksakan bayi Anda ke layanan kesehatan terdekat.
Pihak medis akan memberikan diagnosis dan saran perawatan terbaik agar si kecil kembali sehat.(*)
| 7 Rekomendasi Softlens Minus Natural, Aman dan Terdaftar di BPOM |
|
|---|
| 5 Contoh Tema Naskah Film untuk Pemula yang Menarik dan Bermakna |
|
|---|
| 7 Teknik Editing Film yang Mempengaruhi Emosi Penonton, Wajib Tahu! |
|
|---|
| 4 Tips Pemeraman Buah Srikaya dan Alpukat agar Cepat Matang |
|
|---|
| Tips Menyimpan Pasta Kering dan Matang Agar Bertahan Hingga Berminggu-minggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/17-Arti-Mimpi-Tentang-Popok-Membeli-Popok.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.