Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Leadership Jadi Tantangan untuk Kembangkan Desa Preneur di DIY

Desa Preneur merupakan upaya Dinkop UKM DIY untuk menumbuhkan spirit wirausaha di desa-desa. 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Dinas Koperasi dan UKM DIY sebut leadership jadi tantangan besar untuk mengembangkan Desa Preneur di DIY. 

Kabid Kewirausahaan Dinas Koperasi UKM DIY, Wisnu Hermawan mengatakan Desa Preneur merupakan upaya Dinkop UKM DIY untuk menumbuhkan spirit wirausaha di desa-desa. 

"Dulu untuk mendukung pengentasan kemiskinan, sekarang untuk Desa Budaya, Desa Maritim. Sejak dikembangkan pada 2019, saat ini sudah ada 100 ada 100 Desa Preneur di DIY," katanya, Sabtu (03/02/2024). 

Ia menerangkan Desa Preneur merupakan salah satu pilar Desa Mandiri Budaya.

Namun tidak semua Desa Preneur adalah Desa Mandiri Budaya. Sebab menumbuhkan ekosistem wirausaha yang ada di Desa Preneur tidak mudah. 

Leadership menjadi salah satu hal yang menentukan pertumbuhan ekosistem wirausaha di Desa Preneur

"Intinya di leadership . Ketika pelatihan, pendampingan, mereka bisa. Tapi kalau sudah dilepas, mereka kembali lagi, karena nggak punya leadership yang bagus. Ada juga yang sudah didampingi, tetapi ekosistem wirausahanya tidak tumbuh," terangnya. 

Baca juga: 7 Tahun Mengabdi, 7700 UMKM Diberdayakan Oleh Rumah BUMN Gunungkidul Binaan PLN

Kendati demikian, ada pula Desa Preneur yang berhasil dalam mengembangkan ekosistem wirausaha.

Seperti di Bangunkerto Turi, Sleman, kemudian Trimurti, Srandakan, Bantul, lalu Sriharjo, Imogiri, Bantul, hingga Panggungharjo Sewon, Bantul.

"Yang baru Sriharjo, Imogiri, kemarin mereka sudah bisa membuat produk mie lokal. Ini jadi hal yang perlu disupport karena dari produk oke, semangat oke, tinggal bagaimana hadapi raksasa produk mie yang pabrikan. Spirit lokal harus ada," lanjutnya. 

Terkait dengan target penambah Desa Preneur di DIY, Wisnu menyebut rata-rata ada penumbuh 10 Desa Preneur per tahun.

Namun hal itu ditentukan oleh masing-masing potensi daerah yang ada. 

"Tergantung kajian dan potensi lokal yang ada. Kuncinya membangun semua program berkelanjutan, sehingga Desa Preneur bisa menumbuhkan ekosistem bisnis yang berdikari secara ekonomi," imbuhnya. 

"Kami ingin agar Danais bisa memiliki peran signifikan untuk wilayah desa, khususnya ekonomi desa. Desa punya produk unggulan, bisa barang atau jasa, sesuai karakter desa masing-masing. Sehingga Danais ini bisa dirasakan secara luas untuk masyarakat," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved