Berita Bisnis Terkini

Rahel dan Anno Soroti Kualitas SDM untuk Capai Indonesia Emas 2045 Melalui PMKRI

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) tengah menyusun peta jalan menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Christi Mahatma
Ketua Presidium PMKRI Anno Hartono dan Ketua Presidium PMKRI Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rahel Dewi Sartika saat ditemui disela penyusunan Roadmap PMKRI di Youth Center, Sleman, Rabu (31/01/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) tengah menyusun peta jalan menuju Indonesia Emas 2045.

Perwakilan PMKRI dari seluruh Indonesia hadir dalam penyusunan roadmap tersebut, termasukmRahel Dewi Sartika. 

Rahel merupakan Ketua Presidium PMKRI Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Sudah sekitar lima tahun ini ia aktif dalam PMKRI. Kedatangannya ke DIY bukan tanpa alasan.

Ia ingin menyuarakan permasalahan yang dihadapi Kalimantan Tengah untuk menuju Indonesia Emas 2045. 

Aktif di Komisi SDM, Riset, dan Teknologi PMKRI Palangkaraya, ia menyoroti kualitas SDM dan lembaga pendidikan yang masih perlu ditingkatkan. 

"Memang Kalimantan Tengah ini menjadi salah satu provinsi terluas di Indonesia. Masih banyak pedalaman yang baik dari sisi kualitas SDM maupun lembaga pendidikannya perlu ditingkatkan. Di pedalaman itu buku-buku yang bagus masih terbatas. Guru-guru juga jarang mendapatkan pelatihan," katanya saat ditemui di sela penyusunan Roadmap PMKRI di Youth Center, Sleman, Rabu (31/01/2024). 

"Masih ada juga siswa SD yang belum bisa membaca. Akses internet pun terbatas kalau di pedalaman. Sehingga waktu pandemi COVID-19 kemarin siswa-siswa menjadi kesulitan. Guru pun memiliki keterbatasan," sambungnya. 

Peningkatan kualitas guru sangat mempengaruhi kualitas SDM.

Terlebih tidak sedikit masyarakat yang berpikir pendidikan tinggi tidak mengubah kesejahteraan.

Padahal melalui pendidikan tinggi, masyarakat bisa mengambil posisi-posisi strategis dalam pembangunan nasional. 

"Peran guru sangat penting, terutama untuk memotivasi siswa untuk belajar. Karena generasi muda inilah yang nanti akan menjadi penerus. Apalagi IKN kan juga di Kalimantan. Sehingga SDM ini perlu benar-benar disiapkan, agar tidak hanya jadi penonton saja," terangnya. 

Pihaknya pun tidak tinggal diam, PMKRI Palangkaraya juga turut berpartisipasi dalam upaya pengembangan SDM dengan ikut mengajar. 

Mahasiswa Palangka Raya (UPR) itu bercerita, ada biarawati yang membentuk kelompok belajar di dekat tempat pembuangan akhir di daerah Palangkaraya saat pandemi COVID-19.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved