Destinasi

Asal Usul Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Saksi Bisu Masa Penjajahan

Benteng Vredeburg di Kota Yogyakarta merupakan salah satu saksi bisu pada masa penjajahan dahulu kala

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Ananda Putri Oktaviani MG
Pintu masuk utama Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Benteng Vredeburg di Kota Yogyakarta jadi satu diantara beberapa saksi bisu pada masa penjajahan.

Saat ini Benteng Vredeburg memang sudah dialih fungsikan sebagai Museum yang dapat dikunjungi oleh masyarakat untuk melihat koleksi peninggalan sembari belajar sejarah bangsa.

Benteng Vredeburg dibangun oleh VOC pada tahun 1760 sebagai salah satu benteng pertahanan yang ada di Yogyakarta setelah lahirnya Kraton Yogyakarta pada tahun 1755.

Benteng ini dibangun atas inisiasi Belanda dengan dalih menjaga keselamatan Raja Kesultanan Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono I dan Keraton.

Di balik itu, Belanda memiliki alasan tersendiri, yaitu agar mudah mengontrol perkembangan Keraton.

Edukator Museum, Noi Denia (29) menjelaskan memang dahulu benteng ini bernama Rustenburg akan tetapi berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh Tim Peneliti, ditemukan fakta memang dari sejak awal benteng tersebut berdiri nama awalnya adalah Vredeburg yang artinya perdamaian.

“Tidak salah jika menyebutnya dengan Rustenburg, akan tetapi dalam penelitian terbaru yang kami lakukan ditemukan fakta bahwa dari awal memang namanya Vredeburg sejak berdiri tahun 1760,” jelas Noi (29), Selasa (23/1/2024).

Noi menceritakan, pada masa penjajahan Belanda periode abad ke-19 awal benteng ini diambil alih oleh pemerintah kolonial Belanda sampai tahun 1942 yang difungsikan sebagai benteng pertahanan oleh pemerintah Belanda.

Tak berlangsung lama pada masa pendudukan Jepang tahun 1942 sampai 1945 benteng Ini juga digunakan sama fungsinya sebagai benteng pertahanan dan juga sebagai tempat tinggal para tentara yang ada di Jogja pada waktu itu.

Memasuki masa kemerdekaan sampai revolusi tahun 1945 hingga 1949 benteng ini cukup sering mengalami pergantian penguasaan.

Pada awal Proklamasi Kemerdekaan benteng ini dikuasai oleh Tentara Indonesia tapi kemudian tidak berselang lama ketika Yogyakarta akhirnya berhasil dikuasai oleh Belanda di Agresi Militer II benteng ini dikuasai oleh pemerintah Belanda.

Baru pada  Serangan Umum 1 Maret 1949  Tentara Indonesia berhasil merebut kembali benteng ini. 

Museum Benteng Vredeburg memiliki 4 ruang diorama yang sudah diurutkan berdasarkan rentan waktu kejadian. 

“Museum Benteng Vredeburg punya 4 ruang pameran diorama, yang disusun secara kronologis peristiwa Indonesia. Diorama I berisi tentang Sejarah Indonesia dari zaman kolonialisme Belanda sampai masuknya Jepang pada tahun 1942.

“Diorama II berisi tentang kronologi peristiwa dari Indonesia di masa kemerdekaan sampai 1947 menjelang Belanda melakukan serangan Agresi Militer I terhadap Indonesia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved