Wacana Pajak Sepeda Motor BBM Bakal Dinaikkan, Ini Respon Produsen di Yogyakarta
Owner Dealer TVS Jawa Tengah-DIY, Ayu Maharini Kusumaningrum, mengungkapkan, pihaknya masih wait and see terkait wacana itu.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah pusat mewacanakam kenaikan pajak kendaraan bermotor berbahan bakar minyak (BBM).
Rencana tersebut dilakukan demi mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik sebagai upaya menekan polusi udara.
Meski demikian, sampai sejauh ini, industri sepeda motor, khususnya di Yogyakarta, belum memperoleh informasi resmi.
Owner Dealer TVS Jawa Tengah-DIY, Ayu Maharini Kusumaningrum, mengungkapkan, pihaknya masih wait and see terkait wacana itu.
"Sampai sekarang kami belum dapat informasi dan masih aman seperti tahun sebelumnya," katanya, di sela agenda peluncuran TVS Callisto 125, Minggu (21/1/2024).
Meski demikian, Country Head TVS Motor Company Indonesia Alfin Tan, menandaskan, wacana itu tidak jadi masalah untuk TVS.
Sebab, daya jual produk-produk yang diluncurkan TVS sangat kompetitif dan siap bersaing dengan sepeda motor merk lain.
"Harga kita sangat kompetitif dan bahkan rendah banget. Saya yakin, kita masih bisa bersaing dengan produk lain," ucapnya.
Misalnya, produk terbaru TVS Callisto 125 yang dihargai Rp22,7 juta untuk varian warna mustard yellow dan khaki brown, serta Rp22,1 juta untuk titanium grey dan solid white.
Deretan fitur baru pun tersedia di TVS Callisto 125, seperti bagasi yang lebih besar, hingga teknologi Intelli-Go yang membantu meningkatkan penghematan bahan bakar.
"Kami menyasar segmen konsumen yang lebih luas lagi dengan hadirnya produk ini. TVS Callisto generasi sebelumnya memang banyak diminati kaum milenial," cetusnya.
Alfin pun menjelaskan, TVS Callisto 110 injeksi yang merupakan generasi sebelumnya, membukukan penjualan 2 persen dari market share sepeda motor matic empat tahun terakhir.
Artinya, jika dirata-rata, dalam satu bulan, pihaknya mampu menjual 10.000 unit, serta 120.000 unit per tahun.
"Untuk wilayah Yogyakarta, target kita di angka 40 unit per bulan. Kami optimis bisa bersaing, karena produk ini punya kualitas," ujarnya.
"Motor ini basic-nya India, awet secara materia, bodinya dari metal. Kami berharap, antusiasmenya sama dengan produk sebelumya," urai Alfin. (*)
BBM Langka, Ini Dampak dan Langkah yang Diambil Pemkab Jember |
![]() |
---|
Daftar Negara dengan Harga BBM Termurah di Dunia 2025: Malaysia Rp 7 Ribu AS Rp 15 Ribu |
![]() |
---|
Konsumsi BBM dan LPG di DIY Diperkirakan Naik 5 Persen saat Liburan Sekolah, Ini Respons Pertamina |
![]() |
---|
Rencana Magelang Siapkan Alat Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Minyak |
![]() |
---|
Indonesia Impor BBM dari Singapura, Menteri Bahlil: Lucu Negara Kita Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.