Sebanyak 10 EWS di Kabupaten Gunungkidul Rusak

Sepuluh alat peringatan dini bencana yang dipasang di Kabupaten Gunungkidul di sejumlah titik rawan gempa dan longsor rusak

TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Operasi pencarian korban tertimbun longsor di Semin, Gunungkidul dengan alat berat pada Sabtu (19/11/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sepuluh alat peringatan dini bencana (early warning system/EWS) yang dipasang di Kabupaten Gunungkidul di sejumlah titik rawan gempa dan longsor rusak atau tidak berfungsi.

Alat-alat ini terpasang di daerah zona merah longsor seperti di Kapanewon Semin, Nglipar, Gedangsari, Patuk, Purwosari hingga Ponjong. 

"Total yang ada itu 30 EWS, namun yang berfungsi hanya 20 buah saja. Sedangkan, 10 EWS tidak berfungsi karena sebagian besar disebabkan keausan akibat fungsi aki,"tutur Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, saat dikonfirmasi pada Senin (8/1/2024).

Ia mengaku, pihaknya belum akan melakukan perbaikan pada sejumlah EWS yang rusak. Sebab, terhalang minimnya anggaran.

"Untuk tahun ini tidak ada perbaikam dan penambahan EWS. Kemungkinan pada tahun mendatang diusulkan.  Sebab, kondisi anggaran pada 2024 ini minim,"ucapanya.

Meskipun sejumlah alat pendeteksi dini bencana itu rusak, dia memastikan jumlah EWS yang berfungsi masih memadai untuk memberikan peringatan dini kebencanaan.

"Ini masih relatif aman. Dengan 20 EWS masih bisa mengcover kebencanaan di lokasi rawan tersebut,"terang dia. 

Purwono tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak resah. Sebab,  pihaknya juga melakukan upaya mitigasi lainnya melalui informasi perkembangan cuaca dan potensi-potensi bencana yang disampaikan secara berkala. (ndg)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved