Situasi Laut Merah Semakin Genting, Iran Kirimkan Kapal Perang

Kapal perang AL Iran  Alborz saat ini sudah memasuki wilayah Laut Merah setelah sebelumnya melalui Selat Bab al Mandeb, di dekat Yaman.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
RT.com via Tribunnews.com
Kapal perang Iran 

TRIBUNJOGJA.COM, SANAA - Tak hanya Amerika Serikat yang mengirimkan kapal perangnya ke Laut Merah, namun Angkatan Laut Iran juga melakukan hal yang sama.

Kapal perang AL Iran  Alborz saat ini sudah memasuki wilayah Laut Merah setelah sebelumnya melalui Selat Bab al Mandeb, di dekat Yaman.

Tentunya kehadiran Kapal perang AL Iran  Alborz membuat situasi di Laut Merah semakin genting di tengah tingginya tensi antara Amerika Serikat dan Kelompok pejuang Syiah Houthi Yaman.

Kapal perang Alborz merupakan bagian dari Gugus Tugas armada Angkatan Laut Iran ke-94.

Kapal ini dilengkapi dengan sistem persenjataan terbaru.

Mulai dari close in weapon system (CIWS) berbasis AK-630M dan sejumlah rudal antikapal dan pertahanan udara jarang pendek maupun menengah.

Kapal juga dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik (EW) baru yang berguna untuk mempertahankan diri maupun mengacaukan serangan rudal-rudal musuh.

Alborz juga diperkuat dengan teknologi elektronika yang lebih berfungsi untuk melakukan pemetaan objek di laut dan bertindak sebagai simulator yang mampu mengacak serta memanipulasi modul peta perangkat bergerak.

Kehadiran AL Iran di perairan "terpanas" saat ini diprediksi untuk memberikan dukungan kepada kelompok Houthi Yaman.

Amerika Serikat, Inggris, dan negara Eropa dikabarkan segera mengumumkan operasi militer skala besar melawan Houthi Yaman.

Sebelumnya, kapal kecil milik Houthi ditembaki oleh helikopter AS. Kapal-kapal berserta militan Houthi yang ada di atasnya pun tenggelam dalaam serangan yang dilancarkan pada Minggu (31/12/2023) tersebut.

Serangan tersebut terjadi sebagai respons terhadap serangan Houthi terhadap kapal kontainer MAERSK Hangzhou pada hari sebelumnya.

AS mengklaim perahu-perahu kecil, yang berasal dari Yaman yang dikuasai Houthi, menembaki kapal MAERSK dan berusaha menaikinya.

Merespons hal itu, Suku-suku Yaman telah menyerukan mobilisasi untuk melawan agresi Amerika.

Pasukan Houthi meningkatkan kesiagaan tinggi dan menyiapkan rudal-rudal mereka.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved