Sambut Masa Libur Nataru,  Pekerjaan Proyek Jalan Tol di Ringroad Barat Sleman Dihentikan Sementara 

Penghentian pekerjaan kontruksi jalan tol di Ringroad Barat Sleman berdasarkan surat Dirjen Perhubungan yang mengharuskan sudah tidak ada pekerjaan

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Pejabat Humas PT Adhikarya, kontraktor yang membangun jalan tol jogja - Solo Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menunjukkan jalan di Ringroad Sleman yang telah selesai dilebarkan, Senin (18/12/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pengaspalan dan pelebaran jalan di Ringroad barat, wilayah Trihanggo, Kabupaten Sleman dalam rangkaian pembangunan proyek jalan tol Jogja- Solo-YIA paket 2.2 dipastikan telah selesai.

Jalan sudah dilebarkan satu meter dan bisa dilewati dengan kapasitas penuh.

Alat- alat berat ditarik dari lokasi proyek maksimal hingga tanggal 22 Desember 2023.

Langkah ini untuk memastikan arus lalu lintas di Ringroad Sleman berjalan lancar dan tidak menggangu gelombang wisatawan yang datang ke Yogyakarta saat libur Natal dan tahun baru (Nataru). 

"Di Ringroad barat sudah pelepasan seperator pemisah jalur cepat dan lambat. Kemudian sudah ada pelebaran jalan satu meter sepanjang satu kilometer di sisi Utara dan Selatan. Jalan sudah dicor, dikeraskan dan diaspal. Jadi tidak akan mengganggu libur Natal dan tahun baru. Kami malah akan shutedown pekerjaan di Ringroad Sleman," kata Pejabat Humas PT Adhi Karya yang membangun jalan tol Jogja- Solo paket 2.2, Agung Murhandjanto, Senin (18/12/2023). 

Penghentian pekerjaan kontruksi jalan tol di Ringroad Barat Sleman ini berdasarkan surat Dirjen Perhubungan yang mengharuskan sudah tidak ada pekerjaan kontruksi per 20 Desember dan mobilisasi alat berat maksimal 22 Desember sebagai persiapan menyambut Natal dan tahun baru.

Namun, pekerjaan di lapangan ternyata lebih cepat.

Kontraktor pelaksana telah menyelesaikan pekerjaan pengaspalan pelebaran jalan di Ringroad Sleman terakhir pada 17 Desember lalu dan mulai persiapan memobilisasi alat berat. 

Selain menyelesaikan pekerjaan di Ringroad barat, menghadapi Natal dan tahun baru, kontraktor pelaksana jalan tol juga menghentikan aktivitas truk lalu-lalang pengangkutan material uruk per 21 Desember.

Hal ini untuk memberikan kesempatan dan rasa nyaman bagi wisatawan.

Agung memastikan, kebijakan ini tidak menggangu target kontruksi jalan tol yang telah ditentukan.

Sebab, selama momen libur Nataru, pekerjaan akan dialihkan untuk melakukan pekerjaan di luar Ringroad.

Meliputi pemadatan timbunan badan jalan tol, pembuatan drainase, pekerjaan pengecoran box culvert dan pembangunan underpass. 

Sampai saat ini, progres kontruksi jalan tol sepanjang 3,25 kilometer, dari Tirtoadi (junction Sleman) hingga Ringroad Barat wilayah Trihanggo ini sudah mencapai 20 persen.

Proyek senilai Rp 1,1 triliun ini nantinya bakal terintegrasi dengan jalan tol Jogja-Bawen seksi 1 dan ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada akhir tahun 2024 mendatang. 

"Kami optimis, karena kendala kita saat ini cuma di pembebasan lahan. Kalau semua lahan sudah bebas, kita akan langsung berlari cepat untuk menyelesaikan pembangunan kontruksinya," kata dia. 

Staf Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) PT Adhikarya, Bagas Nawastu mengatakan, penghentian sementara pekerjaan konstruksi jalan tol di Ringroad Sleman ini hingga momen Natal dan tahun baru 2024 selesai.

Pekerjaan akan dilanjutkan kembali pada pekan pertama bulan Januari dengan agenda pekerjaan membongkar median tengah jalan yang akan dimanfaatkan sebagai area kontruksi boredpile.

Kemudian di wilayah Tirtoadi akan dilanjutkan pekerjaan pengecoran underpass maupun pengurugan hingga pemadatan badan jalan. 

Saat ini, supaya jalan yang telah dilebarkan tetap nyaman dan aman dilalui pengendara, pihaknya akan memasang water Barrier sebagai pengganti seperator yang memisahkan jalur cepat dan lambat.

Kemudian memasang lampu penerangan alternatif agar tetap aman dilalui. 

"Jadi rambu-rambu yang disitu, salah satunya water barrier, kemarin ada separator disitu, mungkin nanti kita pasang water barrier sebagai pemisah jalur lambat dan jalur cepat. Kemudian soal penerangan, kita sudah mulai pasang. Kita pasang lampu penerangan alternatif. Jadi lampu dari kita sebagai pengganti PJU agar jalan tetap terang. Penerangan ini kita pasang dari Tikungan Ngawen sampai sebelah timur Trihanggo sekitar 12 titik lampu. Tujuan utamanya biar jalan terang," kata dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved