Berita Sleman Hari Ini

Libur Nataru 2023-2024, Warga Sleman Dipersilakan Titip Barang Berharga ke Kantor Polisi 

Libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2023/2024 diperkirakan akan banyak orang yang datang dan pergi ke luar daerah untuk perjalanan dan berwisata

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi saat memberikan keterangan kepada awak media di Mapolresta Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2023/2024 diperkirakan akan banyak orang yang datang dan pergi ke luar daerah untuk perjalanan dan berwisata.

Pihak Kepolisian pun menawarkan kantornya, baik di Polresta Sleman maupun Polsek jajaran untuk dijadikan tempat penitipan barang berharga, jika pemilik akan melakukan perjalanan ke luar daerah untuk merayakan Natal maupun tahun baru. 

"Bagi warga Sleman yang meninggalkan rumahnya untuk melaksanakan Natal dan liburan tahun baru, dipersilakan untuk menghubungi ke Polresta Sleman ataupun Polsek terdekat untuk menyampaikan kepada petugas kami agar kami melaksanakan pengawasan lebih intensif atau bisa menitipkan barang berharganya di kantor-kantor polisi terdekat, gratis," kata Kapolresta Sleman, Kombes Pol Yuswanto Ardi, tempo hari. 

Baca juga: Lantik Kepala Sekolah dan Pejabat Fungsional, Ini Pesan Bupati Gunungkidul

Bagi warga yang menitipkan barang berharga di kantor polisi nanti akan dibuatkan berita acara penitipan.

Nantinya akan ada petugas yang menjaga barang tersebut selama pemiliknya melaksanakan liburan di luar kota. 

Ardi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima, libur Nataru tahun ini akan ada banyak warga dari luar kota yang akan berkunjung ke Yogyakarta.

Untuk itu, sebagai pembina fungsi keamanan, pihaknya telah melakukan serangkaian langkah antisipasi untuk menciptakan situasi aman dan kondusif.

Satu di antaranya, melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan melalui patroli ke sejumlah titik yang menjadi pusat keramaian masyarakat.

Meski demikian, pihaknya juga meminta peran serta masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Sebab keamanan merupakan kebutuhan bersama. 

"Saya pastikan dan yakinkan dengan dukungan dari masyarakat, Yogyakarta akan aman pada saat perayaan Natal dan tahun baru," kata dia. 

Diketahui, Polresta Sleman melalui Satuan Lalulintas juga bakal mendirikan 3 pos pengamanan (Pospam) dan satu pos pelayanan (Posyan) dalam operasi lilin progo menghadapi libur Natal dan tahun 2024.

Pospam didirikan diperbatasan Tempel, Gamping dan Prambanan sedangkan Posyan berada di seputar Ambarrukmo Plaza (Amplaz). 

Wakasat Lantas Polresta Sleman, AKP Arfita Dewi mengungkapkan, pospam Tempel nantinya akan dilengkapi dengan rest area atau tempat istirahat bagi pemudik atau wisatawan yang kelelahan saat sedang melakukan perjalanan. 

"Untuk yang di pospam Tempel kami sediakan juga selain pos pengamanan yaitu rest area bagi wisatawan maupun pemudik yang akan melaksanakan istirahat. Karena kemungkinan setiap pengendara itu memiliki titik lelah jadi di pospam tempel juga akan disediakan tempat istirahat," kata dia. 

Menurut dia, ada 202 personel yang akan bertugas dan dibagi di tiga Pospam dan satu Posyan tersebut.

Selain dari personel yang tergabung dalam operasi lilin Progo, menghadapi Natal dan tahun baru juga dibantu personel dari Polsek Jajaran dengan jumlah anggota 1.071 personel.

Mereka akan dibagi tugas di titik-titik rawan kemacetan lalulintas, kemudian berjaga di sejumlah gereja maupun berjaga di tempat hiburan masyarakat saat perayaan tahun baru.

Arfita mengatakan ada beberapa titik jalan di Sleman yang perlu diwaspadai bagi wisatawan karena intensitas kecelakaannya cukup tinggi sepanjang tahun 2023.

Di antaranya, jalan Siliwangi mulai dari tikungan Ngawen sampai simpang empat Pelemgurih.

Lalu di Jalan Padjajaran di wilayah Depok Timur tepatnya mulai dari penggal Rumah Sakit JIH sampai simpang tiga Maguwoharjo. Selanjutnya, di jalan Solo wilayah Kalasan dari penggal jalan Sambisari sampai Bogem.

Terakhir di jalan Magelang mulai dari simpang tiga Pringsewu sampai seputar kantor TVRI. 

"Mungkin bisa kita ketahui bersama jalan-jalan tersebut merupakan jalan nasional yang kebanyakan pengendaranya berkecepatan tinggi dan rata-rata terjadi di putar balik, karena mungkin dari presentasi yang paling banyak itu adalah faktor dari kelalaian," kata Arfita. (rif) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved