Warga Israel Ancam Mogok Makan Jika Pemerintah Bertindak untuk Bebaskan Warga yang Disandera Hamas
Warga Israel yang keluarganya disandera oleh Hamas meminta kepada pemerintah Israel untuk segera membebaskannya.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, TEL AVIV - Di tengah agresi yang dilakukan di wilayah Gaza, Israel dilanda protes dari warganya sendiri.
Warga Israel yang keluarganya disandera oleh Hamas meminta kepada pemerintah Israel untuk segera membebaskannya.
Jika pemerintah Israel tidak segera melakukan tindakan untuk membebaskan sandera, warga Israel yang keluarganya disandera oleh Hamas akan melakukan aksi protes dengan melakukan mogok makan.
Israel sendiri saat ini masih terus menyerang wilayah Gaza.
Bahkan Israel disebut memilih untuk menunda perundingan dengan Hamas perihal pembebasan sandera dan memilih operasi militer.
Dikutip dari Tribunnews.com yang melansir The Times of Israel, pemerintah Israel disebut percaya bahwa operasi militer di Gaza akan membuat Hamas kewalahan.
Israel memilih strategi operasi militer karena yakin jika diserang terus, Hamas akan kewalahan dan kelompok itu akan mengajak kembali ke meja perundingan dan menyampaikan tawaran bagus bagi Israel.
Sementara di tengah serangan yang terus dilancarkan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berhasil mendapatkan sejumlah jasad sandera yang tewas di Gaza.
Baca juga: Rudal "Al-Yassin 105" Seharga Rp 7,8 Juta Mampu Hancurkan Tank Andalan Israel Merkava
Hal itulah yang membuat warga Israel muak dengan kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Israel.
Sebab, sandera-sandera itu seharusnya masih bisa diselamatkan.
Sementara itu, dikutip Anadolu Agency yang mengutip media Israel Yedioth Ahronoth, ancaman mogok makan itu dikeluarkan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak bertemu dengan keluarga sandera.
Dikabarkan bahwa ada 100 keluarga yang menuding Netanyahu berusaha memisahkan kelompok itu agar dia tak harus menanggapi permintaan mereka.
Mereka meminta diadakan pertukaran tawanan Israel dengan tawanan Hamas.
Menurut media Israel itu, mereka memberi Netanyahu waktu hingga Sabtu malam untuk menggelar pertemuan demi mengupayakan pembebasan sandera.
Tidak hanya itu, mereka menyebut operasi militer di Gaza justru berlawanan dengan upaya membebaskan sandera.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/httpswwwyoutubecomwatchvbMjmRdtNpTs.jpg)