Berita Sleman Hari Ini
Truk Tronton Pengangkut Tanah Urug Jalan Tol di Sleman Stop Beroperasi per 21 Desember
Untuk kenyamanan dan memastikan kelancaran lalu lintas Nataru, disepakati jika per 21 Desember truk pengangkut tanah uruk akan berhenti beroperasi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman memastikan telah berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana pembangunan Jalan tol di Kabupaten Sleman , dalam rangkaian persiapan menghadapi libur Natal dan tahun baru.
Sebab libur akhir tahun ini, diperkirakan akan membawa gelombang wisatawan luar daerah berkunjung ke Kabupaten Sleman .
Karenanya, untuk kenyamanan dan memastikan kelancaran lalu lintas, disepakati jika per 21 Desember truk pengangkut tanah uruk yang selama ini beroperasi untuk pembangunan jalan tol sementara akan berhenti beroperasi.
"Angkutan untuk urug jalan tol kemarin sudah dilaporkan dari pihak pengelola jalan tol, nantinya tanggal 21 (Desember) sudah berhenti untuk pengangkutan material urug. Pemberhentian ini tidak hanya untuk proyek Tol Jogja-Solo-YIA namun juga Tol Jogja-Bawen . Karena kebetulan proyek-proyek ini kan kontraktornya sama, dari Adhi Karya," kata Kepala Dishub Sleman , Arip Pramana, Jumat (15/12/2023).
Menurut Arip, proyek jalan Tol Yogya-Solo paket 2.2 yang sedang melakukan pengerjaan di Ringroad Barat Sleman diperkirakan tidak menggangu.
Karena saat ini dalam proses pengasapan pelebaran jalan dari timur simpang empat Kronggahan hingga tikungan Ngawen.
Proses pengaspalan akan diselesaikan dalam waktu secepatnya sebelum arus kedatangan wisatawan di libur Nataru .
Adapun untuk proyek jalan Tol Jogja-Bawen seksi 1, yang sedang mengerjakan proyek dari Tirtoadi hingga Banyurejo nantinya akan menutup semua jalan bukaan yang mengarah ke lokasi proyek, terutama di selokan Mataram.
Baca juga: Update Jalan Tol Yogya-Solo di Ringroad Sleman : Minggu Depan Separator Dibongkar
Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan kendaraan wisatawan salah jalur dan masuk ke lokasi pekerjaan proyek.
"Termasuk beberapa kewajiban perbaikan di sekitar Banyurejo dan sebagainya (yang kondisi jalannya rusak) akan dilakukan. Mudah-mudahan sebelum puncak mudik tanggal 23 (Desember) itu semua kondisinya sudah tertangani dengan baik," kata Arip.
Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, selain memastikan kelancaran lalulintas, pihaknya juga mempersiapkan penerangan jalan dalam upaya menghadapi libur Nataru 2024.
Kondisi saat ini, kata Arip, penerangan jalan arteri baik di sisi utara, barat dan underpass kentungan sudah dilakukan perbaikan dan penggantian lampu oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III DIY.
Di mana ada 75 titik yang diperbarui dan penambahan lampu di underpass Kentungan.
Selain itu pihaknya juga menambah Penerangan Jalan Umum (PJU) di 345 titik diruas jalan yang tersebar di Bumi Sembada plus di angggaran perubahan, Dishub mendapatkan alokasi tambahan PJU di 55 titik.
"Berarti sekitar 400 PJU yang kita tambah selain perbaikan yang rutin dilakukan. Kami juga menyiapkan tim (perbaikan) yang standby tidak ada libur. Ada 4 tim, 3 tim bekerja pagi, 1 tim bekerja malam dan satu tim standby pada saat tanggal merah sehingga ketika ada kejadian bisa langsung ditangani," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)