Rangkuman Pengetahuan Umum
Radang Amandel: Penyebab, Gejala dan Cara Pengobatannya
Radang amandel merupakan kondisi dimana terjadinya peradangan dan inflamasi pada amandel atau tonsil.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Radang amandel merupakan kondisi dimana terjadinya peradangan dan inflamasi pada amandel atau tonsil.
Amandel merupakan kelenjar yang terdapat pada tenggorokan yang berfungsi sebagai mencegah infeksi kuman penyakit dalam tubuh.
Radang amandel dalam bahasa medis disebut dengan tonsilitis.
Radang amandel biasa ditemukan pada usia anak-anak 3 hingga 7 tahun dan dapat juga menyerang orang dewasa.
Penyebab radang amandel
Penyebab radang amandel ialah adanya infeksi bakteri atau virus yang menyerang amandel.
Virus penyebab radang amandel merupakan virus yang sama penyebab batuk flu dan pilek.
Faktor genetik atau bawaan juga dapat menjadi faktor penyebab radang amandel, sehingga menjadi radang amandel berulang. Kelainan genetik dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi kurang baik, sehingga tubuh tidak mampu melawan bakteri streptococcus.
Baca juga: Ini Makanan yang Dapat Memicu Radang Usus Buntu
Ciri gejala radang amandel
Radang amandel biasanya akan menimbulkan gejala seperti pembengkakan pada amandel dan timbulnya rasa sakit ketika menelan makanan.
Gejala lain seperti demam, suara serak, batuk, bau mulut, dan sakit kepala merupakan ciri radang amandel.
Gejala radang amandel yang menjadi akut akan menimbulkan gejala lain seperti nafas berbau, dehidrasi, mendengkur, lemas, muncul bercak merah pada amandel, bengkak pada kelenjar limfa, dan tenggorokan sakit.
Jika telah menjadi radang amandel kronis, maka gejala tersebut timbul selama lebih dari 10 hari dan kesulitan membuka mulut serta terbentuknya batu amandel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tonsilitis-atau-amandel.jpg)