Berita Purworejo
Warga Desa Wadas Bantah Dukung Capres Tertentu, Berharap Tak Dimanfaatkan untuk Kepentingan Politik
Beberapa waktu lalu, sekelompok orang mengatasnamakan warga 'Pejuang Wadas' melakukan deklarasi dukungan untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Presi
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Beberapa waktu lalu, sekelompok orang mengatasnamakan warga 'Pejuang Wadas' melakukan deklarasi dukungan untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
Kegiatan tersebut digelar di Warung Sego Pecel Joglo STA Mbah Tri, Jalan Kyai Wagen Kelurahan Keseneng, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Selasa (5/12/2023).
Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, secara keras membantah telah memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut dua tersebut.
Baca juga: Kawasaki KLX 140 Jadi Primadona Offroader, Stock Terbatas di Yogyakarta
Tokoh masyarakat sekaligus Bendahara Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sido Makmur Desa Wadas, Subhan, menegaskan bahwa masyarakat Desa Wadas tidak terlibat dalam kegiatan deklarasi atau menyampaikan dukungan untuk paslon tertentu.
Menurutnya, kabar tersebut tidak benar dan ada sejumlah pihak yang mencoba memanfaatkan isu Wadas dengan memanfaatkan nama warga Wadas untuk kepentingan politik tertentu.
"Kami termasuk saya dan warga Desa Wadas, sampai saat ini tidak pernah menyatakan dukungan terhadap paslon manapun, baik nomor satu, dua, ataupun tiga. Sejauh yang saya lihat di foto yang tersebar, kok tidak ada orang dari Desa Wadas. Mungkin, sekelompok orang itu memang sengaja membuat isu tersebut. Kalau pun tahu malah mungkin bisa dituntut " kata Subhan melalui keterangan, Jumat (8/12/2023).
Subhan menjabarkan, saat ini masyarakat Desa Wadas sudah sepakat bersatu menyongsong masa depan.
Mereka tidak lagi memperdebatkan masalah tambang andesit karena hampir 99,9 persen warga sudah setuju dan mendapatkan ganti kerugian.
Meskipun, memang masih ada sejumlah orang yang tetap bersikukuh tidak melepas tanahnya.
Menurutnya, warga melalui Pemerintah Desa (Pemdes) Wadas sedang menyusun draf perjanjian dengan Balai Vesar Wilayah Serayu Opak (BBWSSO) agar bisa mengelola greenbelt (sabuk hijau) di sekitar kawasan tambang.
Apabila perjanjian kerjasama itu disepakati maka kawasan sekitar tambang akan dikembangkan jadi lokasi agrowisata dan dikelola BUMDes.
"Saat ini masih proses pembahasan. Kalau draft sudah jadi, cuma masih dibahas bersama stakeholder lain, karena poin-poinnya belum tercover semua. Jadi diperhatikan agar tidak terlewat," sebutnya.
Dia berharap, tidak ada lagi kelompok yang membawa isu Wadas untuk kepentingan politik.
Sebab, situasi masyarakat Desa Wadas sudah kondusif dan bersatu mempersiapkan hari esok yang lebih baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Berita-Purworejo.jpg)