Sejarah Kereta Medis Dunia dan Kereta Poliklinik QL-54 Milik Indonesia

Operasional kereta api untuk kepentingan medis sering kali diselenggarakan terutama dalam situasi konflik.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Dok.KAI
Kereta Poliklinik QL-54 

Sejak Agresi Militer Belanda I dilancarkan untuk mencaplok lebih banyak wilayah Republik Indonesia oleh Belanda, gerbong dan kereta medis beralih fungsi untuk mengangkut para pengungsi menuju wilayah Indonesia yang masih berdaulat di Yogyakarta.

Tidak hanya Indonesia, sejak 1947 Belanda juga pernah mengoperasikan kereta api poliklinik yang terdiri dari 2 kereta penumpang.

Kereta api poliklinik versi Belanda ini tampaknya memiliki peralatan kesehatan dan obat-obatan lebih lengkap.

Selain menjadi tempat perawatan sementara para tentara Belanda di lapangan, keberadaan kereta api tersebut dalam rangka propaganda menarik hati para penduduk pribumi di wilayah yang dikontrol Belanda.

Dari kereta api kesehatan ini tenaga medis Belanda dikerahkan untuk menyelenggarakan pemeriksaan gratis meliputi mata, gigi, dan kesehatan umum.

Kereta Poliklinik QL-54

Kereta Poliklinik dengan nomor seri QL-54 ini awalnya merupakan gerbong barang biasa yang dioperasikan sejak 1917 oleh jawatan kereta api negara Hindia Belanda Staatsspoor en Tramwegen.

Kereta bergandar 2 ini baru diubah menjadi Kereta Poliklinik sejak era Djawatan Kereta Api (DKA) pasca 1950 untuk menjadi semacam pos kesehatan bergerak dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk melayani pasien di pelosok Jawa.

Pada akhir 1970 Kereta Poliklinik menjalani perawatan terakhirnya di Balai Yasa Manggarai.

Saat ini Kereta Poliklinik yang menjadi aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi salah satu koleksi berharga di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah.(*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved