Berita Kulon Progo Hari Ini
Indeks Kepuasan Masyarakat Pada Layanan Pemkab Kulon Progo Tahun Ini Telah Mencapai Target
epuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menunjukkan tren positif.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menunjukkan tren positif.
Hal ini terlihat dari hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) 2023.
Analis Kebijakan Ahli Muda, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Kulon Progo, Farida Ariani mengatakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun ini mencapai target.
Baca juga: Bawaslu DIY Ajak Masyarakat Awasi Adanya Kampanye Terselubung
"IKM 2023 Pemkab Kulon Progo rata-ratanya 85,63 atau masuk kategori Baik," kata Farida lewat keterangannya pada Selasa (28/11/2023).
Ia mengungkapkan jika baru tahun ini IKM Pemkab Kulon Progo berhasil mencapai nilai Baik. Sebab pada 2021 dan 2022 lalu, hasil IKM belum sesuai target.
Farida juga mengungkapkan ada 6 Unit Pelayanan Publik (UPP) di Kulon Progo yang meraih nilai tertinggi SKM 2023. Antara lain Kapanewon Pengasih, Kalibawang, Lendah, Temon, Girimulyo dan instansi DPMPTSP Kulon Progo.
"Selain itu ada 6 UPP dari Kulon Progo yang memenangkan Kompetisi Pelayanan Publik 2023," ujarnya.
Seluruh UPP pemenang kompetisi tersebut merupakan Puskesmas. Mereka adalah Puskesmas Sentolo I, Galur II, Temon I, Samigaluh I, Samigaluh II, dan Temon II.
Kompetisi Pelayanan Publik sendiri merupakan agenda yang baru pertama kali dilaksanakan. Pada tahun perdana ini, sebanyak 21 Puskesmas jadi sasarannya.
"Harapan kami kompetisi nantinya menyentuh seluruh UPP di Kulon Progo," kata Farida.
Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan SKM dan IKM merupakan bagian dari evaluasi dan peningkatan kualitas layanan publik. Ia pun bersyukur hasilnya terbilang memuaskan di 2023 ini.
Ia berpesan agar seluruh perangkat daerah terus menjaga dan meningkatkan angka kepuasan masyarakat. Salah satunya dengan terbuka dalam menerima kritik hingga masukan dari masyarakat.
"Jangan alergi dengan kritik, sebab apa yang sudah dilakukan belum tentu sesuai dengan keinginan masyarakat," ujar Made. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ni-Made-Dwipanti-Indrayanti-kedua-dari-kiri-memberikan-penghargaan.jpg)