Berita Bantul Hari Ini
Sempat Ada Dugaan Kasus JE di Bantul, Namun Saat Diperiksa Hasilnya Negatif
JE merupakan penyakit radang otak akibat virus dari gigitan nyamuk culex yang terinfeksi virus JE, sehingga sebabkan penyakit radang otak pada manusia
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul membeberkan adanya dugaan kasus Japanese Encephalitis (JE) yang menyerang sembilan warganya, belum lama ini.
Namun, dari hasil pemeriksaan, sembilan warga itu negatif atau tidak terjangkit Japanese Encephalitis.
"Semuanya negatif. Jadi, sampai saat ini belum ada di Kabupaten Bantul ," ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Bantul, Agus Tri Widyantara, kepada awak media di sela-sela tugasnya, Jumat (24/11/2023).
Meski demikian, disampaikannya bahwa pihaknya tetap berusaha untuk mencegah terjadinya kasus JE.
Perlu diketahui, JE merupakan penyakit radang otak akibat virus dari gigitan nyamuk culex yang terinfeksi virus JE, sehingga menyebabkan penyakit radang otak pada manusia.
Baca juga: Kronologi Pria Kesurupan Tiba-tiba Loncat ke Laut, Beruntung Masih Bisa Diselamatkan Warga
"Jadi, nyamuk itu beda dengan nyamuk aedes aegypti (yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah pada manusia)," terang dia.
Untuk itu, sebagai langkah tindak lanjut pihaknya terus menggencarkan himbauan kepada masyarakat menganai pola hidup bersih dan sehat.
Tidak hanya itu saja, himbauan kepada masyarakat terkait pemberatansan sarang nyamuk juga turut dilakukan oleh jajaran Dinkes Bantul .
"Tentunya, kegiatan-kegiatan pemberantasan sarang nyamuk juga kami lakukan agar perkembangbiakan nyamuk culex tidak cukup besar di Kabupaten Bantul," tandas Agus.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sempat-Ada-Dugaan-Kasus-JE-di-Bantul-Namun-Saat-Diperiksa-Hasilnya-Negatif.jpg)