Berita Purworejo
Pemkab Purworejo Dorong Perekonomian Daerah dan Pariwisata Lewat Purworejo Creative Space
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo dalam beberapa waktu terakhir sedang memprioritaskan sektor pariwisata untuk mendorong perekonomian daerah
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo dalam beberapa waktu terakhir sedang memprioritaskan sektor pariwisata untuk mendorong perekonomian daerah agar mewujudkan visi Purworejo Berdaya Saing 2025.
Visi Purworejo Berdaya Saing ditargetkan 2025 karena pada tahun itu, selain faktor Pilkada sudah selesai.
Juga diperkirakan semua sektor sudah kembali normal, tidak seperti 2-3 tahun lalu ketika era Pandemi Covid menyerang.
Baca juga: 90 persen Masyarakat Bantul Telah Sadar dengan Pemanfaatan Perencanaan Tata Ruang
Untuk menyambut hal itu maka Pemkab Purworejo pun mempersiapkan strategi menangkap peluang dengan menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan atau lokomotif pembangunan perekonomian daerah.
"Salah satunya lewat prioritas pengembangan kawasan pariwisata, yang kemudian kami launching dengan tajuk Purworejo Creative Space atau Kawasan Ekonomi Kreatif di Purworejo pada Oktober 2023 lalu," jelas Kepala Dinas Olahraga, Kepemudaan, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan, Kamis (23/11/2023).
Melalui Purworejo Creative Space itu, pihaknya menetapkan beberapa titik kawasan kualitas untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Aan menyebut, faktor ekonomi kreatif dilibatkan agar bisa menarik 17 subsektor yang melibatkan lintas stakeholder dan sektoral. Semisal terkait kuliner, musik, seni pertunjukan, desain grafis, hingga kerajinan tangan atau craft.
"Setidaknya ada empat kawasan utama Purworejo Creative Space. Pertama adalah kawasan pariwisata perkotaan yang dipusatkan di sekitar Alun-alun Purworejo dan Alun-alun Kutoarjo," katanya.
Aan menjelaskan, konsep pengembangan wisata perkotaan akan lebih condong ke arah heritage. Menyusul dengan keberadaan gedung Art Center, Museum Tosan Aji, dan komplek rumh dinas Bupati Purworejo di dekat Alun-alun Purworejo. Selain itu, kawasan wisata perkotaan juga akan dimeriahkan dengan kehadiran Mini Zoo yang saat ini sedang proses pembangunan, serta Sport Center GOR Sarwo Edhi.
Menurut Aan, keberadaan gedung Art Center tidak berhenti sebagai destinasi wisata saja. Namun juga menjadi tempat dengan fungsi konservatif dan edukatif yang menyimpan dan menyediakan barang-barang menunjukkan memori kolektif masyarakat Purworejo dari masa ke masa. Selain itu, gedung Art Center juga bisa dimanfaatkan sebagai showroon atau ruang pertunjukkan seni bagi para pelaku seni dan komunitas di Kabupaten Purworejo.
Adapun, pengembangan pariwisata di Alun-alun Kutoarjo juga akan diprioritaskan, mengingat wilayah tersebut berada di jalur penghubung antar moda transportasi. Antara lain moda transporatasi kereta api dengan keberadaan Stasiun Kutoarjo dan keberadaan bus Trans Jateng yang bisa menuju Obyek Wisata Nasional Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.
"Kalau Alun-alun Purworejo dan Alun-alun Kutoarjo fungsinya adalah ruang terbuka untuk kegiatan masyarakat. Jadi kami mendorong terselenggarakannya berbagai macam event ekonomi kreatif di kawasan pariwisata perkotaan, semisal event UMKM, kuliner, musik, dan seni pertunjukan. Ke depan kami akan tata itu dan semoga muncul kalender of event yang bisa terselenggara setiap bulan. Karena faktanya, dengan keberadana event-event itu bisa mendongkrak perekonomian di sekitar Alun-alun Purworejo dan Kutoarjo," ucapnya.
Adapun, tujuan pengembangan pariwisata perkotaan adalah agar semua pemanfaat proyek strategi nasional, semisal Bandara YIA, Bendungan Bener, dan Badan Otorita Borobudur (BOB) tidak hanya melewati kawasan perkotaan Kabupaten Purworejo saja.
Tetapi, mereka juga diharapkan bisa mampir berwisata dan tinggal lebih lama di kawasan destinasi perkotaan tersebut.
"Lalu, event unggulan di kawasan pariwisata perkotaan adalah gendhing setu legi di Pendopo Kabupaten Purworejo, satu kompleks dengan Art Center. Gelaran itu meliputi sajian budaya berupa karawitan dan tari Jawa klasik yang dilaksanakan secara live setiap malam Sabtu Legi tiap bulannya," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kawasan-Alun-alun-Purworejo-dan-Art-Center-menjadi-satu.jpg)