Rangkuman Pengetahuan Umum
Materi Pelajaran IPA Kelas VI : Perubahan Benda dan Faktor Penyebabnya
Berikut penjabaran secara singkat terkait perubahan benda beserta dengan penyebab yang membuat terjadinya perubahan benda serta contohnya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari bahwa perubahan bentuk pada benda dapat terjadi. Perubahan pada benda disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya terjadinya perubahan bentuk.
Perubahan pada benda dapat diakibatkan oleh beberapa faktor seperti suhu, udara dan kondisi lingkungan yang membuat benda tersebut mengalami perubahan bentuk.
Benda-benda dapat mengalami perubahan yang dimana dalam proses perubahan tersebut seperti pemanasan, pendinginan, pelapukan, perkaratan, dan pembusukan.
1. Pemanasan dan Pendinginan
Pemanasan dan pendinginan merupakan salah satu penyebab terjadinya perubahan pada benda. Perubahan pada benda akibat dari pemanasan dan pendinginan ini dapat berupa wujud benda tersebut.
Contoh dari pemanasan terhadap perubahan benda yaitu pada lilin, ketika lilin dibakar maka lilin yang awalnya berujud benda padat akan mengalami pelelehan dan menjadi cair maka hal ini disebut pelelehan atau peleburan.
Baca juga: Materi Pelajaran IPA Kelas VI : Hantaran Panas Pada Beda dan Contoh
Contoh berikutnya yaitu pada proses pendinginan dapat dilihat pada pembuatan es batu yang awalnya berupa cair jika didinginkan atau dibekukan akan terjadi perubahan bentuk menjadi padat. Proses perubahan pada benda-benda tersebut hanya bersifat sementara.
Perubahan wujud ini juga memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari yang dimana karena proses pemanasan atau pendinginan tersebutdapat membantu kehidupan pada manusia. Seperti adanya proses pembuatan es, selain itu juga ada pemanfaatan pemanasan oleh petani garam sehingga menghasilkan garam.
2. Perkaratan
Perkaratan dapat terjadi pada benda yang berbahan dasar logam, logam dapat mengalami perkaratan karena sifatnya yang mudah teroksidasi. Perkaratan pada benda logam dapat ditandai dengan adanya bercak-bercak berwarna kuning kecoklatan pada logam tersebut.
Perubahan warna yang terjadi pada logam yang awalnya berwarna hitam mengilap lalu menjadi warna kuning kecoklatan disebabkan karena adanya oksigen. Oksigen tentu berada dimana-mana saja sehingga sangat sulit menutup kemungkinan bahwa logam tidak akan terkontaminasi oleh oksigen.
Proses perkaratan pada benda logam dapat dicegah salah satunya dengan cara melakukan pengecatan, cat yang dilapisi kelogam akan menutupi permukaan logam sehingga tidak akan terkena udara yang dapat mengakibatkan terjadinya pengkaratan.
3. Pembusukan
Proses pembusukan pada benda tentu sangat sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, Proses pembusukan ini sering terjadi pada berbagai jenis makanan seperti daging, sayur, dan buah-buahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/buah-busuk_20180605_150249.jpg)