Heritage Softail Classic Bergaya Bobber

Membahas motor gede (moge) tak lepas dari merk legendaris asal Amerika, Harley Davidson. Salah satu varian yang banyak diminati, khususnya

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Santo Ari
Harley Davidson Heritage Softail Classic FLSTC bergaya bobber 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Membahas motor gede (moge) tak lepas dari merk legendaris asal Amerika, Harley Davidson.

Salah satu varian yang banyak diminati, khususnya di kalangan anak muda adalah Harley Davidson Heritage Softail Classic FLSTC.
 
Motor memang sudah menjadi hobi banyak orang, dan bagi orang jawa, biasa disebut ‘klangenan’.

Perasaan bangga dan puas akan lebih terasa bila orang lain yang tak dikenal turut mengagumi motor tersebut, bahkan saat berhenti di lampu merah.

Baca juga: RAMALAN JODOH Weton Rabu Legi dengan Selasa Wage Menurut Primbon Jawa, Konon Hidupnya Bakal Kaya

Seperti halnya, Cahya Nugraha warga Jogja yang mengaku bukan anak motor, tapi mengincar motor jenis softail ini. 

“Saya bukan anak motor, tapi kalau melihat Harley, khususnya softail itu saya suka, selain softail saya tidak suka,” kata pria yang akrab disapa Justin.  

Motor keluaran 2001 miliknya ini memiliki kubikasi 1.449 cc, dengan mesin dua silinder V Twin, Harley-Davidson Heritage Softail Classic ini dilengkapi dengan transmisi manual lima percepatan.
 
Sesuai namanya, motor ini bergaya klasik yang nyaman dipakai touring atau perjalanan jauh. Pasalnya motor ini sudah dilengkapi dengan pembangkit listrik yang kuat, suspensi lembut namun memiliki performa mesin yang tangguh.

“Softail lebih badboy looking. Untuk riding lebih enak daripada sportster. Motor ini pendek tapi lebar,” katanya.  

Maka dari itu, ia tak banyak mengubah motornya. Agar tak terkesan tua, ia cukup sedikit merombaknya dengan gaya bobber.

Bobber diambil dari kata ‘bobbing’ yang artinya memangkas dengan tujuan agar kendaraan menjadi lebih ringan.

Hal itu pula yang diterapkan di softail miliknya, bracket di bagian belakang untuk menopang spakbor dan bangku dipotong. Spakbor diganti yang lebih pendek ditambah` dengan jok single seat.  
 
Meski sudah puas dengan desain yang sekarang, tak menutup kemungkinan dirinya akan sedikit memberikan tambahan-tambahan lain di motornya.

“Ke depan akan ditambah engine guard. Selayaknya Harley, identiknyakan ada engine guard. Walaupun ada juga yang nggak suka karena terlalu lebar,” katanya.

Termasuk jika sudah bosan dengan gaya bobber, softail miliknya juga berpotensi diganti ala breakout dengan model chopper modern.

Melanjutkan pembahasan soal feeling berkendara, Softail merupakan motor yang nyaman untuk perjalanan jauh.

Meskipun demikian, ia mengaku hanya riding di seputaran Jogja saja. Dengan kondisi jalanan Jogja yang dipadati pengendara lain dan banyak lampu merah, motor ini tetap terasa nyaman.

“Feeling berkendara, lebih mantap, kalau saya pribadi karena tidak suka kebut-kebutan, motor ini lebih ngemong, kalau sportster berasa ingin ngebut,” tandasnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved